GROBOGAN, Harianmuri.com – Tercatat sudah ada 879 kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Grobogan. Wabah itu telah merebak di 18 kecamatan, menyisakan satu kecamatan di Grobogan yang masih nihil kasus PMK.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Grobogan, Andreas Iwan Suseno, bahwa per Selasa (7/1), dari 879 kasus, 14 ekor ternak sudah mati.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Kecamatan Klambu menjadi satu-satunya wilayah zona hijau dalam sebaran kasus PMK. Selebihnya, sudah terpapar virus PMK.
Mulai dari Kecamatan Toroh yang menjadi wilayah dengan PMK tertinggi yaitu 192 kasus. Disusul Kecamatan Geyer dengan 161 kasus, Kecamatan Gabus 131 kasus.
Lalu untuk 15 kecamatan lainya yaitu, Kecamatan Kradenan 97 kasus, Ngaringan 68 kasus, Penawangan 48 kasus, Tawangharjo 36 kasus, Pulokulon 35 kasus, Wirosari 25 kasus, Karangrayung 21 kasus, Grobogan 19 kasus, Purwodadi 14 kasus, Tegowanu 9 kasus, Gubug 8 kasus, Kedungjati 7 kasus, Brati 4 kasus, Godong 2 kasus, Tanggungharjo 1 kasus.
“Dari total kasus, ditemukan 24 kasus baru dibandingkan data sebelumnya sebanyak 855 kasus,” bebernya.
Sementara, sambung Andreas, untuk angka kematian sapi akibat PMK sebanyak 14 ekor. Di mana 12 di antaranya mati dan dua lainnya di potong.
“Untuk angka sembuh belum ditemukan (nihil),” sebutnya.
Guna meredam paparan PMK, pihaknya memberikan vaksin ke sejumlah daerah yang telah ditargetkan.
“Kita sudah sediakan vaksin di sembilan Puskeswan di Grobogan, terutama daerah berisiko tinggi,” tegasnya. (Eko Wicaksono | Harianmuria.com)










