PATI, Harianmuria.com – Setelah mengadakan pertemuan dengan stakeholder terkait, Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati siap mengawal wacana pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).
Ketua Komisi A Bambang Susilo mengatakan, saat ini pihaknya baru mengadakan pertemuan awal untuk pembahasan lebih lanjut. Sesuai dengan masukan dari berbagai pihak, Bambang mengungkapkan bahwa sebagian besar setuju untuk membentuk BRIDA sebagai badan yang terpisah dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)
“Kalau di pusat ada yang namanya BRIN, kalau di daerah namanya BRIDA. Ada dua pilihan, BRIDA menjadi badan sendiri atau digabungkan dengan Bappeda. Nanti kita akan kaji, apakah nanti dipisah atau digabung, karena saat ini masih bergabung,” ucap Bambang belum lama ini.
Di samping itu, ia juga menyadari pentingnya badan riset atau penelitian bagi perkembangan suatu daerah untuk selalu melakukan inovasi dalam rangka kesejahteraan masyarakat.
Karena banyak yang menyetujui, lanjutnya, maka pihaknya harus merapatkan kembali untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) serta sarana prasarana pendukung pengadaan BRIDA.
“Karena ada beberapa pertimbangan, apakah SDM kita layak dan sarana prasarana. Secara prinsip, saya sepakat apa yang disampaikan narasumber untuk memajukan Pati harus dibentuk badan sendiri,” imbuh politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Meski masih dalam tahap pembahasan tingkat awal, pihaknya bakal terus mengawal sampai hingga BRIDA Pati resmi disahkan. Bambang berharap, pembahasan ini bisa selesai tahun ini agar pada 2024 mendatang dapat dimulai pembentukan SDM, gedung, hingga sarana prasarana pendukung.
“Kalau kita gabungkan pasti ada bidang lain terkait. Sebetulnya saat ini sudah ada, tapi tetap harus dituangkan ke Perda untuk menguatkan kinerja OPD terkait,” tutupnya.
Sebelumnya, usulan pembentukan BRIDA ini juga disambut baik oleh perwakilan elemen masyarakat yang turut hadir dalam public hearing terkait rencana tersebut.
Diketahui banyak pihak menilai, kelemahan sektor pengembangan SDM di Kabupaten Pati saat ini lantaran tidak adanya badan khusus yang mengatur riset dan inovasi. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)











