REMBANG, Harianmuria.com – Bupati Rembang, Harno, mengakui hingga saat ini belum ada titik temu antara Pemerintah Desa Tegaldowo dan PT Semen Gresik Pabrik Rembang terkait sengketa akses jalan tambang. Upaya mediasi masih menemui jalan buntu.
Ketegangan yang tak kunjung usai ini berdampak serius, PT Semen Gresik resmi menghentikan operasional produksinya di Kabupaten Rembang sejak 1 Juni 2025. Keputusan ini berdampak signifikan, terutama pada 478 pekerja alih daya (outsourcing) yang harus dirumahkan.
Bupati mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya mediasi, termasuk bertemu langsung dengan pihak perusahaan, Kepala Desa Tegaldowo, dan Camat Gunem. Namun sejauh ini, belum ada solusi yang dapat mengakhiri kebuntuan.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pendekatan dan mediasi. Namun, memang sampai hari ini belum ada hasil yang konkret, belum ada titik temu,” ungkap Harno.
Baca juga: Akses Jalan Ditutup, PT Semen Gresik Pabrik Rembang Hentikan Produksi
Sengketa bermula dari penutupan jalan hauling menuju lokasi tambang yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Tegaldowo. Pihak desa mengeklaim jalan tersebut merupakan aset sah milik desa berdasarkan sertifikat resmi serta diperkuat dengan putusan PTUN dan PTTUN.
Di sisi lain, PT Semen Gresik bersikeras bahwa saat proses perizinan pada tahun 2017, status jalan tersebut masih tercatat sebagai tanah negara.
Akibat terhentinya akses ke tambang, Semen Gresik Pabrik Rembang tidak bisa mendapatkan pasokan batu kapur, bahan baku utama dalam proses produksi.
Baca juga: Imbas Semen Gresik Rembang Stop Produksi, Puluhan Warga Ngampel Blora Dirumahkan
Menanggapi situasi tersebut, PT Semen Gresik merilis empat poin pernyataan resmi:
- Penghentian produksi dilakukan karena akses jalan menuju tambang ditutup, sehingga pasokan batu kapur terhenti.
- Perusahaan berkomitmen membangun komunikasi terbuka dengan semua pihak serta melakukan mitigasi bagi pekerja, masyarakat, dan lingkungan.
- PT Semen Gresik terus mencari solusi terbaik demi keberlanjutan operasional dan kepentingan seluruh pemangku kepentingan.
- Selama masa penghentian, perusahaan memanfaatkan waktu untuk perbaikan dan peningkatan internal.
PT Semen Gresik Pabrik Rembang berharap semua pihak dapat duduk bersama untuk mencari solusi terbaik demi kepentingan bersama dan masa depan industri di Rembang.
(VICKY RIO – Harianmuria.com)










