PATI, Harianmuria.com – Pengentasan masalah pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Pasalnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Pati masih tergolong tinggi.
Permasalahan ini turut menjadi perhatian dari Anggota Komisi C DPRD Pati Suyono. Menurutnya, Pemkab Pati harus hadir dalam pengurangan angka pengangguran. Hal ini sangat penting karena berhubungan dengan hajat hidup orang banyak.
Suyono juga khawatir, tingginya angka pengangguran akan berdampak terhadap tingginya tingkat kejahatan di Kabupaten Pati. Sebab, menurut dia, seseorang dapat bertindak jahat apabila kebutuhan ekonomi tidak terpenuhi.
“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2022 tercatat 4,45 persen, hanya menurun 0,15 persen dari tahun sebelumnya pada tahun 2021 yang sebesar 4,60 persen,” ujar Suyono saat dihubungi di Pati, Senin (4/9/2023).
Berdasarkan data tersebut, politisi dari PDIP ini mendorong agar Pemkab Pati lebih memperhatikan sektor usaha kecil. Menurutnya, dengan pemberdayaan masyarakat khususnya pemuda yang baru lulus sekolah melalui usaha kecil dapat memberikan skill kewirausahaan bagi masyarakat agar lebih mandiri dan tidak bergantung dengan pekerjaan yang terikat seperti di kantor maupun di pabrik.
Kerja sama antara Pemkab Pati dengan perusahaan-perusahaan ataupun membuka keran investor juga didorong oleh wakil rakyat asal Kayen ini. Ia berpendapat, pengurangan angka pengangguran harus dibarengi dengan kerja sama dengan pihak swasta.
“Dimohon kepada Pemkab Pati untuk mendukung usaha kecil serta mengelola sumber daya yang ada dan membentuk pola kemitraan antara Pemkab dengan sektor swasta untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” imbuhnya. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)











