Jumat, Januari 9, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Kajian Agama - Ngaji NgAllah Suluk Maleman: Cara Menjadi Manusia

Ngaji NgAllah Suluk Maleman: Cara Menjadi Manusia

Sekar Sari by Sekar Sari
18 Juli 2023 09:22
in Kajian Agama
0 0
Anis Sholeh Ba’asyin dan Sampak GusUran dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Sujud NgAllah’ yang digelar Sabtu (15/7) kemarin. (Istimewa/Harianmuria.com)

Anis Sholeh Ba’asyin dan Sampak GusUran dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Sujud NgAllah’ yang digelar Sabtu (15/7) kemarin. (Istimewa/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

Harianmuria.com – Suluk Maleman kembali digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (15/7/2023). Dalam edisi ke 139 itu, mereka mengangkat diskusi dengan tema “Sujud NgAllah”. Ratusan orang tampak menyaksikan secara langsung maupun melalui kanal media sosial Suluk Maleman.

Anis Sholeh Ba’asyin, budayawan penggagas Suluk Maleman mengatakan, sujud menuju Allah memiliki banyak makna. Tak hanya sisi batin berupa hubungan dengan Allah, tapi juga sisi sosial dan kultural, yakni terbangunnya pola interaksi yang baik dan benar dalam interaksinya dengan segenap mahluk Allah.

“Ibadah atau penghambaan adalah metode paling efektif untuk menemukan kesejatian diri kita. Tapi kalau ibadah lebih ditekankan pada sisi yang mahdhoh atau wajib saja, tentu manusia tak perlu diturunkan ke bumi. Cukup di surga saja,” ujar Anis Sholeh Ba’asyin mengawali pengajian malam itu.

Dalam Islam beribadah berbeda dan memang bukan pemujaan seperti terlihat di banyak peradaban. Karena dalam Islam prinsipnya jelas, Allah tidak butuh dipuja.

Menurut Anis, dalam Islam beribadah memang dirancang agar manusia menemukan kesadaran tentang statusnya sebagai hamba yang difungsikan dan diberi amanah sebagai khalifah. Kesadaran itulah yang seharusnya menuntun manusia dalam mengelola bumi.

“Semua tindakan manusia pada dasarnya adalah bentuk ibadah. Itu prinsip dasarnya, karena memang demikianlah tugas manusia sebagai khalifah,” demikian jelasnya.

Anis lantas memberi contoh tentang konsep kerja dalam kebudayaan. Apa saja yang dikerjakan manusia pada dasarnya adalah memenuhi kebutuhan pihak lain, bukan dirinya. Nah, memenuhi atau menyediakan kebutuhan atau jasa ke pihak lain itu adalah perbuatan mulia dan merupakan salah satu bentuk silaturrahim.

Meski kemudian ada klasifikasi berdasar tingkat kebutuhannya; seperti misalnya antara yang menyediakan kebutuhan primer, sekunder dan seterusnya; tapi pada dasarnya semua sama-sama mulia. Soal hasil atau kalau dalam bahasa kebudayaan manusia disebut keuntungan, pada dasarnya hanyalah buah atau bonus; dan bukan tujuan utama.

“Tapi pada kenyataannya manusia dan peradabannya sering dzolim, menggelapkan dirinya sendiri. Salah satunya dengan mengubah bonus menjadi tujuan. Bekerja bukan lagi memenuhi kebutuhan pihak lain, tapi lebih berorientasi ke mencari keuntungan. Lebih jauh, bukan hanya mencari keuntungan, tapi keuntungan sebanyak-banyaknya. Sehingga akhirnya banyak peradaban dikendalikan oleh keserakahan,” terangnya

Belum lagi, demikian tambah Anis, apabila hubungan tersebut lantas malah disalah-gunakan untuk saling mendukung dan memenuhi kebutuhan yang buruk dan jahat.

“Nah, Islam mengajari kita untuk mengembalikan itu semua pada jalurnya yang benar, pada sunnatullah; yakni dengan menghubungkan semua tindakan kita dengan Allah. Dan karena terhubung dengan Allah, maka tak mungkin itu berbentuk keburukan atau malah kejahatan. Itulah yang lantas kita sebut sebagai ibadah,” jelasnya.

Itu yang disebut Anis sebagai ngAllah, menuju Allah, menghubungkan dengan Allah atau mengembalikan kepada Allah. Itu juga penerapan makna ilaihi rojiun dalam kehidupan sehari-hari. Lebih jauh, Anis menegaskan bahwa ngAllah sendiri maknanya adalah hubungan dengan semua mahluk yang dilandasi karena Allah.

“Sehingga yang kemudian perlu dikembangkan adalah bagaimana menjernihkan hati supaya tidak digelapkan oleh yang di jasad,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, Anis menyebut menyebut bahwa ruh merupakan satu kesatuan dari empat unsur. Saat ruh kuat, maka hati yang akan menjadi penunjuk jalan di kegelapan, akal yang menerjemahkan dan nafsu yang menjadi tenaga untuk mengaplikasikannya.

Anis lantas menjelaskan bahwa faktanya sebelum manusia secara sadar memutuskan sesuatu, keputusan tersebut sudah lebih dahulu muncul di jaringan otaknya. Persoalannya, siapa pengendalinya?

“Itulah yang menurut Imam Al Ghazali disebut khuluq, bentuk tunggal dari akhlaq; atau dalam bahasa Jawa disebut wadag alus. Lawannya adalah kholaq, atau wadag kasar. Kalau kholaq adalah sesuatu yang sudah jadi, maka khuluq adalah sesuatu yang harus kita bentuk dalam hidup kita. Ia merupakan hasil dialektika terus menerus antara yang ruh dengan yang jasad,” sambungnya.

Salah satu cara melatihnya adalah dengan meningkatkan ibadah mahdhoh, dan selalu mengaitkan diri dengan Allah dalam muamalahnya. Dengan terbiasa melakukan hal-hal yang baik, maka akan terbentuk khuluq yang baik; dan itulah yang akan selalu menuntun kita untuk melakukan kebaikan dalam segala situasi.

“Khuluq yang baik ini ditandai kejernihan qulb atau hati sebagai unsur terdepan yang menangkap pancaran cahaya ruh. Petunjuk kita ada pada apa yang disebut mata hati.  Sehingga apa pun keputusan mau pun apa yang kita lakukan pada dasarnya berdasarkan mata hati,” imbuhnya.

“Tapi kalau sudah terbiasa berorientasi pada yang duniawi, maka khuluq yang terbentuk pun akan mengarah ke sana, dan perlahan-lahan mata hati kita akan terkotori atau bahkan tertutup; sehingga kita akan selalu diarahkan pada keburukan atau bahkan kejahatan dalam setiap kesempatan hidup kita,” imbuhnya.

Jalannya Suluk Maleman malam itu pun kian meriah karena persembahan deretan musik yang ditampilkan Sampak GusUran. (Lingkar Network | Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Kajian AgamaKhazanah

Related Posts

Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.
Kajian Agama

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

22 Desember 2025
Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 167 menekankan manusia bukan sumber kebenaran.
Artikel

Suluk Maleman Edisi 167: Manusia Bukan Sumber Kebenaran

17 November 2025
Suluk Maleman edisi 166 mengangkat tema "Sejarah Dimulai Dari Rumah" yang menyoroti peran ibu sebagai pusat peradaban dan pentingnya pendidikan dalam keluarga menghadapi tantangan kapitalisme.
Kajian Agama

Suluk Maleman Edisi 166: Ibu Adalah Punjer Peradaban

20 Oktober 2025
Dalam Suluk Maleman edisi 165, Anis Ba'asyin ingatkan penguasa bahwa rakyat bukan musuh, melainkan raksasa tidur yang bisa meledak jika ketidakadilan terus terjadi.
Artikel

Suluk Maleman Edisi 165: Rakyat bukan Musuh

22 September 2025
Load More
Next Post
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Abdul Khamid. (Setyo Nugroho/Harianmuria.com)

Jalani Ibadah Sunah Setelah Haji, Ini Jadwal Kepulangan 3 Kloter Jemaah Asal Pati

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS