BLORA, Harianmuria.com – Warga Blora geram melihat kondisi jalan provinsi yang dinilai makin terabaikan. Warga pun melakukan vandalisme di Jalan Randublatung-Cepu dengan tulisan “wisata jalan bosok”.
Aksi itu menjadi puncak keresahan warga setelah laporan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini di depan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dinilai mengabaikan aspirasi Wabub Blora.
“Dolan Pak Gub (gubernur) Jateng. Ojo cangkeman (jangan banyak bicara,” lanjutan dari tulisan vandalisme warga.
Aksi tersebut dilakukan oleh warga Blora, Lilik Yuliantoro. Aksi itu karena ia menilai respons Gubernur Jawa Tengah yang menyepelekan aduan dari Wakil Bupati Blora dalam momen ‘Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026’ di Kabupaten Kudus belum lama ini.
“Wabup sudah menyampaikan aspirasi masyarakat yang resah kondisi jalan provinsi di Blora. Namun respons Gubernur malah seperti menghina kalo masyarakat tidak paham status jalan,” ujar Lilik, Sabtu, 30 Mei 2026.
Menurutnya, respons tersebut seharusnya tidak terlontar dari mulut seorang yang menjabat Gubernur dan mantan Kapolda.
“Harusnya gubernur bisa memberikan solusi. Toh dia juga pernah jadi Kapolda Jateng,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lilik menilai ucapan Gubernur Jateng yang tidak mau mendengarkan aspirasi sebagai bentuk sebagai pengabaian tugas. Pasalnya, bila melihat kondisi jalan provinsi di Kabupaten Blora, banyak yang rusak dan minim sarana prasarana.
“Di Blora itu cuma ada dua jalan provinsi yang viral dan dilewati kendaraan berat. Yaitu Purwodadi- Blora dan Singget-Randublatung-Cepu. Kalau ada satu keluhan harusnya didengarkan,” terang Lilik.
“Toh dua-duanya juga rusak, Kunduran-Blora itu juga rusak,” sambungnya.
Selain kondisi jalan, Lilik juga menyebut kurangnya penerangan jalan umum (PJU) pada ruas jalan provinsi. Untuk kondisi tersebut, menurutnya Gubernur Jawa Tengah tidak melihat Kabupaten Blora sebagai anggota provinsi Jawa Tengah.
“Kalau masalah di Blora tidak di dengar, lebih baik Blora tidak ikut provinsi Jawa Tengah. Tidak ada untungnya juga,” katanya.
Sementara itu, menanggapi aksi vandalisme yang dilakukan warga Blora, Kepala DPUPR Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, belum memberikan respons.
Jurnalis: Eko Wicaksono










