BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) di Dukuh Delok, Desa Tanggel Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora hingga saat ini belum memiliki meteran listrik sendiri.
Kepala Desa Tanggel, Sumariyanto, membenarkan 15 KK di Dukuh Delok masih menumpang aliran listrik tetangga. Menurutnya, warga enggan memasang meteran karena saat ini yang tersedia hanya 900 VA (watt).
“Mereka mau pasang kalau ada yang bersubsidi,” ujarnya baru-baru ini.
Sumariyanto menjelaskan bahwa salah satu dukuhan di desanya itu memang termasuk daerah terisolir, jauh dari pusat kota. Untuk menuju pedukuhan ini pun harus melewati medan yang cukup terjal.
Sepanjang sejarah baru sekali ada pembangunan di jalan tersebut. Itu pun di masa dirinya menjadi kepala desa.
“Sekali saya makadam menuju dukuhan Delok,” singkatnya.
Sebelumnya jaringan listrik di Dukuh Delok belum ada dan belum menyentuh masyarakat di sana sehingga warga menggunakan penerangan seadanya.
Namun, pada 2023 lalu, usulan desa dikabulkan sehingga jaringan pal listrik masuk ke dukuhan.
“Sampai saat ini dari 17 KK yang ada, baru dua yang memasang meteran. 15 KK sisanya belum mau pasang,” sambungnya.
Dirinya berharap pemerintah daerah bisa memfasilitasi usulan pemasangan listrik sesuai harapan warganya.
Sementara itu Camat Randublatung, Tarkun, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengungkapkan sudah berupaya mengusulkan pembangunan listrik untuk Desa Tanggel. Usulan tersebut disampaikan kepada Dinas Perumahan, Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub).
“Kita sudah usulkan semoga terealisasi,” katanya.
Sebagai informasi, pemerintah masih menyediakan pemasangan listrik bersubsidi untuk 450 VA. Namun, pemasangan listrik baru tersebut diperuntukkan khusus bagi masyarakat rumah tangga tidak mampu dan prasejahtera atau yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.
Jurnalis: Hanafi/Lingkar Network
Editor: Ulfa











