Rabu, Januari 7, 2026
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Artikel - Sejarah Singkat Peristiwa Hari Pahlawan yang Diperingati Setiap 10 November

Sejarah Singkat Peristiwa Hari Pahlawan yang Diperingati Setiap 10 November

Sekar Sari by Sekar Sari
10 November 2022 10:41
in Artikel
0 0
Ilustrasi Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. (YouTube MSV Studio/Harianmuria.com)

Ilustrasi Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. (YouTube MSV Studio/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

Harianmuria.com – Setiap tanggal 10 November bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Pada hari itulah peristiwa pertempuran di Kota Surabaya pasca kemerdekaan kembali dikenang.

Membicarakan Hari Pahlawan, seolah diajak kembali mengarungi dimensi masa lalu. Peristiwa Hari Pahlawan ini bermula saat tentara Inggris yang berada di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern (AWS) Mallaby yang mendarat di Surabaya pada 25 Oktober 1945.

Kedatangan mereka dengan membawa maksud melucuti tentara Jepang dan menyelamatkan para tawanan perang atas perintah Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI). Pihak Netherlands Indies Civil Administration (NICA) juga turut membonceng menuju Surabaya.

Kedatangan rombongan tentara Inggris ini pun disambut baik oleh Pemerintah Republik Indonesia. Bakan pertemuan antara wakil-wakil pemerintah RI dengan Brigjen AWS Mallaby sempat menghasilkan beberapa kesepakatan.

Kesepakatan yang dimaksud antara lain:

  1. Inggris berjanji bahwa diantara tentara mereka tidak terdapat Angkatan Perang Belanda
  2. Kedua belah pihak setuju untuk saling menjaga keamanan dan ketentraman
  3. Contact Bureau atau Kontak Biro akan dibentuk untuk menjamin bahwa kerja sama dapat dilaksanakan dengan baik
  4. Inggris hanya akan melucuti senjata tentara Jepang

Namun kesepakatan itu dikhianati sendiri oleh pihak Inggris. Satu peleton milik Field Security Scetion di bawah komando Kapten Shaw menyerbu penjara Kalisosok dengan tujuan membebaskan tahanan Belanda pada 26-27 Oktober 1945.

Mereka lantas menduduki area-area penting seperti Pelabuhan Tanjung Perak, Kantor Pos Besar, Gedung Bank Internatio, dan lainnya. Hal inilah yang memancing amarah dari rakyat Surabaya dan akhirnya menyerang pos-pos sekutu.

Pada 27 Oktober 1945, tersebar pamflet yang berasal dari pesawat Inggris berisi perintah agar rakyat Surabaya dan Jawa Timur menyerahkan senjata rampasan perang dari Jepang. Terlebih, Brigjen Mallaby mengaku tidak mengetahui perihal pamflet yang dimaksud, hal ini pun semakin membuat suasana menjadi memanas.

Kontak senjata pun tidak terelakkan, pada jam 14.00 tanggal 27 Oktober 1945 Pemuda Surabaya dengan tentara Inggris melakukan pertempuran. Peristiwa ini berlangsung meluas hingga menjadi serangan umum terhadap kedudukan Inggris di seluruh wilayah Surabaya selama 2 hari.

Bersama Inggris, Pemerintah RI di Surabaya lalu membentuk Kontak Biro untuk menjaga daerah secara bersama-sama. Kemudian anggota Kontak Biro mendatangi lokasi-lakasi yang sedang terjadi pertempuran untuk menghentikannya.

Anggota Kontak Biro ada yang menuju ke Gedung Bank Internatio di Jembatan Merah. Di sana tentara Inggris sudah dikepung oleh para Pemuda Surabaya dan mendesak mereka agar menyerah. Namun Mallaby masih saja bertahan dan membuat insiden baku hantam terjadi.

Insiden itu dipicu oleh baku tembak oleh tentara Inggris sendiri saat di dalam gedung bank. Para anggota Kontak Biro pun sempat mengamankan diri. Dan karena peristiwa tersebut, Mallaby gugur sebagai perwira tinggi Inggris.

Pada 29 Oktober 1945, genjatan senjata dari pihak Inggris dan Indonesia kian mereda. Namun bentrokan yang ada di Surabaya tetap terjadi, tepatnya di Hotel Yamato.

Penduduk Surabaya meradang saat mengetahui pasukan tentara Belanda mengibarkan bendera di puncak Hotel Yamato. Rakyat Surabaya yang diwaliki Rasiden Soedirman bersama Sidik dan Hariyono bertemu tentara Belanda WVC di sana dengan maksud agar bendera tersebut diturunkan.

Namun Belanda menolak dan malah mengarahkan pistol sebagai bentuk ancaman. Perkelahian pun berlangsung di lobi Hotel Yamato.

Di lain sisi, rupayanya kematian Mallaby tidak habis begitu saja. Jenderal Sir Philip Chistison menuduh rakyat Surabaya sebagai pelakunya. Padahal yang sebenarnya terjadi, Mallaby tewas karena kecelakaan.

Mendengar hal itu, pihak Inggris mendatangkan pasukan baru dibawah komando Mayor Jenderal RC Mansergh.

Pada 7 November 1945, Mayjen Mansergh menulis surat kepada Gubernur Jawa Timur kala itu, yaitu RA Soerjo. Adapun isi dari surat yang dikirim mengatakan bahwa gubernur sudah tidak bisa menguasai kota Surabaya. RA Soerjo akhirnya membantah tuduhan surat itu lewat surat balasan pada 9 November 1945.

Akan tetapi sekutu lantas mengeluarkan ultimatum yang menyatakan pimpinan dan tiap-tiap yang bersenjata harus melapor serta meletakkan senjatanya di tempat-tempat yang ditentukan. Bahkan mereka memberikan batas waktu ultimatum itu pada pukul 06.00 tanggal 10 Oktober 1945.

Tindakan sekutu sudah membuat rakyat Surabaya marah. Mereka pun langsung bergegas membuat markas pertahanan yang dikomandoi oleh Sungkono dengan mengundang seluruh elemen masyarakat.

Pada peristiwa Pertempuran Surabaya ini, Bung Tomo hadir sebagai tokoh yang turut berperan penting. Ia berhasil membakar semangat arek-arek Surabaya melalui stasiun radio.

Pada 10 November 1945 pertempuran akhirnya meletus. Sebanyak 20 ribu rakyat Surabaya gugur dan 150 terpaksa meninggalkan kota tersebut. Sementara dari pihak Inggris ada 1.600 prajurit yang tewas, hilang, luka-luka dan puluhan alat perangnya hancur rusak parah.

Atas kejadian luar biasa ini, setiap 10 November dikenalah Hari Pahlawan sebagai bentuk mengenang pertempuran yang bergelora pada masa itu. (Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: 10 NovemberHari PahlawanPeristiwa Hari PahlawanPertempuran Surabaya

Related Posts

Pelajari cara efektif menyusun peta proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi, kejelasan peran, dan kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Artikel

Cara Efektif Menyusun Peta Proses Bisnis

22 Desember 2025
Peta proses bisnis menjadi kunci efisiensi tata kelola organisasi dan instansi.
Artikel

Mengenal Peta Proses Bisnis: Kunci Efisiensi Tata Kelola Organisasi dan Instansi

22 Desember 2025
Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.
Kajian Agama

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

22 Desember 2025
Pada Hari HAM Sedunia 10 Desember, nasib 400 warga Indonesia masih menggantung karena status tersangka yang tak kunjung disidangkan.
Artikel

Hari HAM Sedunia, 400 Orang Nasibnya Digantung

10 Desember 2025
Load More
Next Post
VALIDASI: Kabid Persendian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kabupaten Pati Sali menunjukkan cara pembuktian keaslian TTE melalui aplikasi. (Aziz Afifi/Harianmuria.com)

Digitalisasi Sistem Layanan, Diskominfo Pati Terapkan TTE

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Alamat Kantor
  • Hubungi Kami

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS