• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Perkuat Kemandirian Ekonomi, KP2MI Gandeng FPPI Berdayakan Perempuan Pekerja Migran Indonesia

Redaksi by Redaksi
16 Oktober 2026
in Berita KP2MI, News
65 3
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) menandatangani Nota Kesepahaman di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) menandatangani Nota Kesepahaman di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

521
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026. Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas perempuan PMI, memperkuat pengelolaan penghasilan, serta membuka peluang usaha produktif setelah mereka kembali ke Indonesia.

Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI Muh. Fachri menandatangani nota kesepahaman tersebut mewakili Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin.

Fachri menegaskan, pemberdayaan PMI tidak cukup dilakukan melalui bantuan atau pelatihan semata. Program tersebut harus mampu mendorong perempuan pekerja migran menjadi mandiri dan memiliki peran aktif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Pemberdayaan bukan sekadar memberikan bantuan, pelatihan, atau modal usaha. Pemberdayaan yang sesungguhnya adalah mengubah seseorang dari yang semula rentan menjadi berdaya, dari yang semula bergantung menjadi mandiri, dan dari penerima manfaat menjadi pelaku utama perubahan dalam kehidupannya,” tegas Fachri.

Menurutnya, keberhasilan tata kelola pekerja migran tidak hanya diukur dari jumlah PMI yang ditempatkan di luar negeri. Aspek keselamatan, kecukupan pelindungan, kemampuan mengelola penghasilan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga juga menjadi tolok ukur penting.

Pemberdayaan PMI dari Sebelum Berangkat hingga Kembali ke Tanah Air

Fachri menjelaskan, pemberdayaan pekerja migran harus dilakukan secara berkelanjutan melalui tiga tahapan, yakni sebelum keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, dan setelah kembali ke Indonesia.

Sebelum berangkat, calon PMI perlu memperoleh pembekalan keterampilan, pemahaman mengenai hak-haknya, serta literasi keuangan. Mereka juga perlu dibekali kemampuan mengenali risiko penipuan, eksploitasi, kekerasan, dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Selama bekerja di luar negeri, PMI membutuhkan akses terhadap informasi, layanan pengaduan, pendampingan, dan edukasi keuangan. Pengelolaan remitansi atau uang yang dikirimkan kepada keluarga di Indonesia juga menjadi perhatian agar penghasilan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan jangka panjang.

Remitansi diharapkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung pendidikan anak, membangun tabungan, melakukan investasi, dan mengembangkan usaha produktif.

Adapun bagi PMI yang telah kembali ke Indonesia, pemberdayaan diarahkan pada proses reintegrasi, pemanfaatan keterampilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri, serta pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, kepulangan PMI diharapkan menjadi awal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga dan masyarakat di daerah asal.

Perempuan PMI dan Keluarga Jadi Penggerak Ekonomi

KP2MI juga menekankan pentingnya melibatkan keluarga dalam program pemberdayaan perempuan pekerja migran. Pasalnya, penghasilan PMI kerap menjadi penopang kebutuhan rumah tangga, pendidikan anak, hingga kesejahteraan orang tua.

Karena itu, keluarga perlu mendapatkan pendampingan agar mampu mengelola remitansi secara bijaksana, menjaga ketahanan rumah tangga, dan memastikan anak-anak memperoleh pengasuhan serta kesempatan pendidikan yang baik.

“Perempuan bukan sekadar objek yang harus kita lindungi. Perempuan adalah subjek pembangunan, pengambil keputusan, penggerak ekonomi keluarga, pemimpin komunitas, dan agen perubahan,” tegas Fachri.

Melalui kerja sama dengan FPPI, KP2MI berharap berbagai inisiatif pemberdayaan dapat diperkuat, mulai dari edukasi migrasi aman, peningkatan literasi keuangan keluarga PMI, pengembangan kewirausahaan perempuan, hingga perluasan akses terhadap pasar, pembiayaan, dan jejaring usaha.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan memperluas peran organisasi perempuan dan komunitas dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko migrasi tidak aman serta peluang pengembangan usaha bagi perempuan PMI dan keluarganya.

Desa Migran EMAS Didorong Perkuat Ekonomi Keluarga PMI

Pemberdayaan perempuan PMI juga dihubungkan dengan pembangunan desa melalui program Desa Migran EMAS, singkatan dari Desa Edukatif, Maju, Aman, dan Sejahtera.

Melalui program ini, desa didorong menjadi ruang yang mendukung persiapan calon PMI, pelaksanaan migrasi aman, pendampingan keluarga, pemanfaatan remitansi secara produktif, serta pengembangan usaha bagi PMI purna.

KP2MI ingin memastikan manfaat migrasi tidak berhenti pada peningkatan pendapatan individu, tetapi turut mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga dan masyarakat di daerah asal.

Pengelolaan remitansi, pengembangan kewirausahaan, dan pemanfaatan keterampilan yang diperoleh di luar negeri dapat menjadi modal untuk memperkuat ekonomi keluarga sekaligus menciptakan kegiatan usaha baru di desa.

Untuk mencapai tujuan tersebut, keterlibatan berbagai pihak dinilai penting. Pemerintah membutuhkan dukungan organisasi masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas perempuan agar program pemberdayaan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

KP2MI dan FPPI Siapkan Tindak Lanjut Kerja Sama

Fachri berharap nota kesepahaman antara KP2MI dan FPPI ditindaklanjuti melalui program kerja bersama yang konkret, terukur, dan berorientasi pada hasil. Dengan demikian, kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi perempuan PMI, keluarga, dan masyarakat.

Ia menegaskan, pelindungan dan pemberdayaan harus berjalan beriringan. Pelindungan diperlukan untuk mencegah PMI mengalami eksploitasi, sedangkan pemberdayaan memberikan kemampuan, akses, dan kesempatan bagi mereka untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.

“Pelindungan tanpa pemberdayaan berisiko membuat seseorang terus bergantung pada bantuan. Pemberdayaan tanpa pelindungan berisiko membuat seseorang semakin rentan terhadap eksploitasi. Pelindungan yang terintegrasi dengan pemberdayaan akan melahirkan manusia yang mandiri, keluarga yang tangguh, dan masyarakat yang sejahtera,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, KP2MI menegaskan komitmen memperkuat pemberdayaan PMI sejak sebelum keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga setelah kembali ke tanah air. Upaya tersebut diharapkan membantu perempuan PMI meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan di daerah asal.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut turut dihadiri Ketua FPPI Marlinda Irwanti, mantan anggota DPD RI Abdullah Puteh, anggota DPR RI Arzeti Bilbina, serta sejumlah undangan lainnya.

Penulis: Amelia Erisanna

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Desa Migran EMASFPPIKP2MIPekerja Migran Indonesiapelindungan pekerja migranPemberdayaan Perempuan PMIRemitansi PMI
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Diduga Tampung Uang Rp1,9 Miliar dalam Tong, KPK Ungkap 5 Klaster Korupsi Bupati Klaten

Next Post

DPRD Grobogan Setujui Propemperda Penyesuaian Kelembagaan BPBD

Redaksi

Redaksi

Berita Terkait

berita KP2MI, KP2MI, pencegahan TPPO, Shelter PMI, SMK Go Global, pekerja migran Indonesia, migrasi aman, perdagangan orang, pelindungan pekerja migran

KP2MI Perkuat Pencegahan TPPO, Shelter PMI Jadi Ruang Aman Pekerja Migran

by Redaksi
17 Oktober 2026
512

BATAM, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui penguatan layanan perlindungan bagi pekerja migran dan kolaborasi dengan masyarakat...

Menteri P2MI Mukhtarudin (kanan) dan Menteri Perindustrian Sarmuji usai penandatanganan pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

KP2MI dan Kemenperin Perluas SMK Go Global, 1.066 Calon PMI Disiapkan Kerja di Luar Negeri

by Redaksi
15 Oktober 2026
527

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kerja sama untuk menyiapkan lulusan vokasi agar mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). (Dok. KP2MI)

Resmikan Migrant Center Unpad, Menteri P2MI Targetkan 500.000 Pekerja Migran Terampil hingga 2029

by Redaksi
9 Oktober 2026
523

BANDUNG, Harianmuria – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

Serap 212 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri, Menteri P2MI Genjot Program SMK Go Global

by Redaksi
9 Oktober 2026
523

BANDUNG, Lingkar.news – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan Program SMK Go Global menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang terampil dan...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
637
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Soto Kerbau Empuk dan Gurih ala Bu Djatmi, Ikon Kuliner Legendaris Kudus

Soto Kerbau Empuk dan Gurih ala Bu Djatmi, Ikon Kuliner Legendaris Kudus

23 Juni 2025
692
Uniknya Ayam Besengek, Menu Kuliner Khas Jepara Favorit RA Kartini

Uniknya Ayam Besengek, Menu Kuliner Khas Jepara Favorit RA Kartini

21 April 2025
597

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya