REMBANG, Harianmuria.com – Jalan penghubung Desa Kalipang dengan Desa Lodan, tepatnya di Desa Gunungmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang rusak parah dan belum tersentuh perbaikan dalam kurun 15 tahun.
Kerusakan jalan yang telah mengganggu mobilitas masyarakat kemudian mendapat perhatian kelompak masyarakat Barisan Pencinta Kiai (BP Kiai).
Ketua BP Kiai, Muhammad Mujib Yafi, mengatakan pihaknya sudah sering menerima keluhan warga mengenai kondisi jalan tersebut. Keluhan itu menjadi perhatian karena kerusakan jalan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
“Yang merasakan langsung ya warga. Ibu-ibu mau ke pasar, bapak-bapak mau ke sawah, anak-anak yang akan berangkat ke sekolah,” kata Yafi, Kamis, 15 Oktober 2026.
Menurutnya, kondisi jalan di Desa Gunungmulyo sudah cukup mendesak untuk mendapatkan penanganan. Kerusakan yang berlangsung lama membuat masyarakat membutuhkan akses jalan yang lebih layak untuk menunjang kegiatan sehari-hari.
Yafi mengatakan, BP Kiai berinisiatif membantu masyarakat dengan perbaikan sementara terhadap jalan yang berlubang. Kegiatan tersebut memanfaatkan anggaran swadaya dari para donatur serta dukungan material dari sejumlah pihak.
“Kami melihat jalan di Desa Gunungmulyo ini sudah sangat mendesak untuk segera ditangani. Karena itu, kami berinisiatif membantu semampu kami, supaya lubang-lubang jalan yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat bisa diuruk terlebih dahulu,” ungkapnya.
Menurutnya, semangat gotong royong antara BP Kiai, donatur, dan masyarakat menjadi modal utama dalam pelaksanaan perbaikan jalan tersebut.
“Ini wujud kepedulian kami untuk kenyamanan warga. Matur nuwun atas semangat gotong royong antara BP Kiai dan masyarakat,” tuturnya.
Yafi menambahkan bahwa kegiatan sosial merupakan agenda rutin yang diupayakan BP Kiai setiap tahun. Bentuk kegiatannya menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan, termasuk membantu mengatasi persoalan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.
“Tiap tahun kami adakan rutin kegiatan sosial. Fokusnya kali ini jalan rusak di Desa Gunungmulyo,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan BP Kiai dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, organisasi tersebut tidak ingin hanya dikenal melalui kegiatan pengajian, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan dampak nyata.
“Kami tidak ingin BP Kiai hanya dikenal dalam kegiatan pengajian saja, tapi kami ingin hadir lebih luas dalam gerakan sosial,” imbuh Yafi.
Jalan Desa Gunungmulyo 15 Tahun Tak Dapat Perbaikan
Sementara itu, warga Desa Gunungmulyo, Abdul Soleh alias Kobra, mengungkapkan bahwa jalan di kampungnya diperkirakan sudah sekitar 15 tahun tidak mendapatkan pengaspalan hingga kondisinya benar-benar mulus.
Lamanya kerusakan membuat warga berharap ada perhatian lebih terhadap akses jalan tersebut. Terlebih, jalur Kalipang-Lodan cukup ramai digunakan masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas.
Soleh mengaku selama ini kebingungan harus menyampaikan keluhan mengenai kondisi jalan tersebut kepada siapa. Karena itu, kehadiran BP Kiai yang berinisiatif melakukan perbaikan sementara disambut baik oleh warga.
“Alhamdulillah ada BP Kiai yang tergerak membantu ke sini. Soalnya jalur sini ramai jadi perlintasan masyarakat, Mas, yang dari arah Kalipang maupun arah Lodan,” ungkap Soleh.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menyulitkan masyarakat yang harus melewati jalur tersebut setiap hari. Warga pun berharap kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama itu segera mendapatkan penanganan lebih serius.
Ia mengapresiasi langkah BP Kiai bersama masyarakat yang telah berupaya membantu memperbaiki jalan secara swadaya. Meski belum menyelesaikan seluruh persoalan, pengurukan lubang dinilai dapat membantu mengurangi gangguan bagi pengguna jalan.
Namun, Soleh menegaskan bahwa perbaikan tersebut masih bersifat sementara. Ia berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti kondisi jalan dengan pembangunan yang lebih baik dan tahan lama.
“Harapan kami, jalan Kalipang-Lodan, khususnya yang melintasi Desa Gunungmulyo, bisa menjadi perhatian Pemkab Rembang. Kalau hanya di hurug, sifatnya sementara. Kami berharap ada perbaikan dengan konstruksi yang lebih baik supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











