REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Rembang menyalurkan bantuan bagi warga korban kebakaran yang terjadi pada awal Oktober 2026.
Kebakaran pada 2 dan Oktober itu menimpa rumah Maskur di Desa Gunungmulyo, Kecamatan Sarang, serta permukiman warga di Dukuh Tajen, Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan. Kerugian materiil akibat insiden tersebut mencapai Rp210 juta.
Bupati Rembang, Harno, menyampaikan penanganan korban membutuhkan gotong royong berbagai elemen, seperti pemerintah desa, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Palang Merah Indonesia (PMI), dan berbagai pihak lainnya.
“Semua sudah saya bicarakan dengan kepala desa masing-masing karena kondisinya berbeda. Semuanya berkomunikasi dengan kepala desa dan camat,” ujar Harno di sela-sela kunjungan di rumah korban kebakaran pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Menurutnya, setiap korban memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga penanganan perlu dikoordinasikan secara langsung di tingkat desa dan kecamatan. Dengan demikian, bantuan yang diberikan diharapkan tepat sasaran dan sesuai kondisi warga.
Harno juga mengapresiasi kepedulian berbagai pihak yang turut membantu korban kebakaran. Ia berharap semangat saling membantu terus terjaga, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal maupun mengalami kerusakan rumah.
“Langkah selanjutnya sudah dipikirkan kepala desa, camat, Baznas, dan semuanya. Termasuk PMI juga sudah turun. Intinya, saling bantu-membantu,” tegasnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, kebakaran di Desa Gunungmulyo terjadi pada Jumat, 2 Oktober 2026 sekitar pukul 11.30 WIB. Rumah milik Maskur mengalami kerusakan parah dengan taksiran kerugian mencapai Rp60 juta. Kebakaran diduga bermula dari api tungku kayu di dapur.
Sehari berikutnya, kebakaran melanda Dukuh Tajen, Desa Pamotan pada Sabtu, 3 Oktober 2026sekitar pukul 10.49 WIB. Dua rumah milik Rukmini dan Sundari hangus terbakar, sedangkan rumah Narti dan Sulistyo turut terdampak. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Kebakaran di Pamotan diduga dipicu korsleting listrik pada instalasi televisi di rumah Rukmini.
Dua peristiwa tersebut menjadi perhatian Pemkab Rembang untuk memastikan kebutuhan warga terdampak mendapat tindak lanjut. Koordinasi bersama pemerintah desa, kecamatan, dan lembaga terkait terus dilakukan agar proses penanganan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Bagi Harno, gotong royong menjadi kunci agar warga yang tertimpa musibah tidak menghadapi masa sulit sendirian. Dukungan pemerintah dan kepedulian masyarakat diharapkan dapat membantu para korban secara bertahap memulihkan kehidupan mereka setelah kebakaran.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











