BLORA, Harianmuria.com – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Blora, PT Blora Patragas Hulu (BPH) Blora menargetkan setoran dividen ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora tetap menembus Rp130 miliar.
Optimisme di tengah isu penurunan lifting minyak nasional itu berdasarkan pada asumsi Indonesian Crude Price (ICP) yang diproyeksikan berada di level USD 80 per barel.
Direktur PT BPH Blora, Moh. Khamdun, mengatakan besaran dividen yang diterima daerah tidak semata-mata ditentukan oleh volume produksi minyak.
Menurutnya, harga minyak dunia juga menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap pendapatan dari Participating Interest (PI) 10 persen pada Blok Cepu.
“Target kami dividen tahun depan tetap berada di kisaran Rp130 miliar. Memang lifting ada kecenderungan turun, tetapi dengan asumsi ICP sekitar USD 80 per barel, kami optimistis target itu masih bisa tercapai,” ujar Khamdun, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Khamdun, penurunan produksi merupakan tantangan yang lazim dihadapi lapangan migas yang telah lama beroperasi. Oleh karena itu, BPH terus berkoordinasi dengan operator Blok Cepu, ExxonMobil, sehingga pengelolaan lapangan tetap berjalan optimal, serta angka penurunan produksi minyak dapat ditekan.
Selain menjaga produksi, perusahaan milik Pemkab Blora itu juga menaruh harapan pada proses perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Cepu.
“Salah satu pembahasannya adalah pengembangan lapangan baru, termasuk Lapangan Pilang, yang diharapkan dapat menopang produksi dalam jangka panjang,” jelasnya.
Sebagai catatan, selama lima tahun terakhir, kontribusi BPH Blora terhadap pendapatan daerah terus menunjukkan tren positif. Diantaranya, dividen yang disetorkan BPH Blora meningkat dari Rp62,89 miliar pada 2022 menjadi Rp63,88 miliar pada 2023.
Pada 2024, nilainya naik lagi menjadi Rp79,64 miliar. Kemudian Rp100,98 miliar pada 2025, hingga mencapai Rp127,25 miliar pada 2026.
Apabila asumsi ICP tetap terjaga di level USD 80 per barel dan penurunan lifting tidak berlangsung tajam, BPH optimistis sektor migas masih akan menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan asli daerah Blora pada tahun mendatang.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Tia











