BLORA, Harianmuria.com – Insiden dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 19 siswa SD Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, ditetapkan sebagai kejadian menonjol oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blora.
Penetapan itu dilakukan setelah Korwil menerima laporan dari koordinator kecamatan dan Kepala SPPG Bogowanti terkait peristiwa tersebut.
“Kita sebutnya kejadian menonjol, dapat informasi kejadian menonjol di SD Sendangrejo, Ngawen,” ujar Artika, Senin, 20 Juli 2026.
Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan susu kemasan sebagai pemicu keracunan. Namun, kepastian penyebab masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Tengah.
“Indikasi sementara dari susunya. Kita sedang mengecek terkait dengan susu dari tanggal expired, tadi expired sekitar Januari 2027,” terangnya.
6 Orang Diperiksa terkait Dugaan Keracunan MBG di SDN Sendangrejo Blora
Artika juga membenarkan adanya laporan susu yang meledak atau pecah di dalam ompreng MBG. Menurutnya, kondisi tersebut masih ditelusuri dan diduga berkaitan dengan proses penyimpanan.
“Susu meledak, memang susu yang didistribusikan hari ini mungkin memuai, kalau tidak penyimpanan terlalu lama, bisa juga salah penyimpanan, mungkin di suhu ruang yang kurang sesuai. Sehingga menyebabkan susu panas dan meledak,” bebernya.
Terkait temuan Dinas Kesehatan Blora, ia mengakui terdapat sejumlah ketidaksesuaian di SPPG Bogowanti. Meski demikian, pembinaan telah dilakukan kepada kepala SPPG bersama mitra dan yayasan.
“Kita sudah mengarahkan kepala SPPG, juga diketahui mitra dan yayasan, bahwa penyimpanan ada tiga ruangan, utama gudang basah, gudang kering dan gudang alat,” katanya.
Tanggapan SPPG Bogowati
Kepala SPPG Bogowanti, Putri, menyebut dapurnya melayani 27 sekolah penerima MBG. Meski terjadi dugaan keracunan, pihaknya tidak melakukan penarikan makanan karena seluruh menu telah dikonsumsi siswa, sedangkan susu sebagian belum diminum.
“Sudah pada dimakan, tapi susunya tidak. Tidak ada penarikan, dan sudah pada dimakan, yang belum (mendapatkan MBG) dari B3,” katanya.
Sementara itu, pemilik SPPG Bogowanti, Sumining mengatakan susu baru diterima di dapur pada pagi hari dan langsung dikemas untuk didistribusikan.
“Tadi malam datang jam 5, langsung di pemorsian, paginya sudah mulai dikemas,” ujarnya.
Sebelumnya, 19 siswa SD Negeri Sendangrejo mengalami mual dan muntah usai menyantap menu MBG. Para guru kemudian membawa siswa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar











