KUDUS, Harianmuria.com – Kenaikan tajam harga aspal pada 2026 berdampak langsung terhadap program pemeliharaan jalan di Kabupaten Kudus. Dengan alokasi anggaran yang tidak berubah, panjang ruas jalan yang dapat ditangani tahun ini diperkirakan menyusut hingga 25 persen dibandingkan target awal.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus yang tetap berupaya menjaga kualitas layanan infrastruktur di tengah meningkatnya biaya material konstruksi.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengatakan keterbatasan anggaran akibat kenaikan harga aspal membuat pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas pekerjaan.
Menurutnya, penanganan akan difokuskan pada ruas jalan dengan tingkat lalu lintas harian rata-rata (LHR) tinggi dan memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat.
“Koneksi-koneksi yang padat dengan LHR yang tinggi, seperti di perkotaan, termasuk koneksi kecamatan dengan kecamatan, desa dengan desa, yang termasuk wilayah jalan kabupaten,” kata Sam’ani saat meninjau dapur aspal milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Rabu, 10 Juni 2026.
Untuk mempercepat respons terhadap kerusakan jalan, Sam’ani menyebut Dinas PUPR Kudus juga menyiapkan empat tim pemeliharaan yang akan diterjunkan ke berbagai wilayah berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil pemantauan lapangan.
“Empat tim terdiri dari 10 hingga 12 orang,” ujarnya.
Sam’ani menegaskan, meskipun kemampuan penanganan jalan berkurang akibat lonjakan harga material, pemerintah daerah akan tetap mengoptimalkan anggaran yang tersedia agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Selain mengandalkan pemeliharaan rutin, Pemkab Kudus juga mendorong partisipasi warga dalam melaporkan kerusakan jalan melalui layanan Wadul K1K2. Laporan masyarakat dinilai penting untuk membantu percepatan penanganan di lapangan.
“Silahkan jika masyarakat ingin mengadukan kepada kita di tengah-tengah efisiensi, kita skemanya pemeliharaan rutin untuk jalan-jalan di kabupaten kudus,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus Harry Wibowo menjelaskan bahwa lonjakan harga aspal dipicu oleh fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat yang berdampak pada harga bahan baku.
Ia menyebut harga aspal curah yang pada Maret 2026 masih berada di kisaran Rp9.800 per kilogram kini telah meningkat menjadi Rp16.500 per kilogram atau naik sekitar 68 persen.
“Sehingga sudah bukan naik harga tapi berubah harga,” jelasnya.
Menurut Harry, kenaikan tersebut membuat kapasitas pekerjaan yang dapat dibiayai dengan anggaran yang sama menjadi jauh lebih terbatas.
Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan efisiensi dan pengaturan prioritas agar pelayanan infrastruktur tetap berjalan optimal.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid











