REMBANG, Harianmuria.com – Kapal nelayan Wahyu Mina Barokah terbakar saat bersandar di area dock Pelabuhan Tasikagung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang pada Jumat, 22 Mei 2026 malam.
Kebakaran pertama kali dilaporkan kepada petugas pada pukul 22.25 WIB. Tim Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Rembang langsung bergerak menuju lokasi empat menit kemudian dan tiba di tempat kejadian pada pukul 22.34 WIB.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD Rembang, Erwin Rahadyan, mengatakan petugas mengerahkan dua unit mobil pemadam dan dua unit mobil penyuplai air untuk menangani kebakaran tersebut.
“Petugas Damkar langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman. Kami kerahkan dua mobil pemadam dan dua tangki penyuplai air,” ujarnya.
Menurut Erwin, posisi kapal yang terbakar berada di area dock dan berdekatan dengan kapal-kapal lainnya sehingga petugas memprioritaskan pencegahan rambatan api.
“Kami fokus melakukan isolasi terutama di sisi timur supaya api tidak menjalar ke kapal-kapal lain yang posisinya saling berdekatan,” jelasnya.
Proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam. Setelah pemadaman, pendinginan, hingga overhaul, kebakaran dinyatakan selesai pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 01.00 WIB.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, M. Luthfi Hakim, menjelaskan objek yang terbakar merupakan kapal kayu jenis cantrang milik Anam Putra (34), warga Perumahan Grand Royal Santoso, Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang.
“Tim merespons laporan dengan cepat, melakukan asesmen, mengatur posisi unit pemadam, melakukan isolasi agar tidak terjadi rambatan api ke kapal di sebelah timur, kemudian dilanjutkan pemadaman, pendinginan, dan overhaul hingga api benar-benar padam,” terang Luthfi.
Akibat insiden tersebut, ruang mesin beserta mesin kapal dan ruang kemudi mengalami kerusakan berat. Kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.
Meski kerusakan cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Korban nihil dan selama proses penanganan tidak ada kendala berarti di lapangan,” tambahnya.
Dalam operasi penanganan kebakaran ini, BPBD mengerahkan dua unit pemadam, dua unit water supply, serta satu unit water supply BPBD dengan total delapan ritase air. Sejumlah unsur lain turut membantu di lokasi, di antaranya Polres Rembang, Polsek Rembang, Satlantas Polres Rembang, Basarnas USS Rembang, Polairud, Redkar, serta warga setempat.
Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas belum dapat memastikan apakah insiden tersebut dipicu oleh korsleting listrik atau faktor lainnya.
Jurnalis: Vicky Rio











