KUDUS, Harianmuria.com – Siswa kelas X MA Kejuruan (MAK) Babus Salam Mulyoharjo, Kabupaten Jepara melakukan kunjungan industri ke Kudus pada Kamis, 23 April 2026.
Para siswa yang mengambil konsentrasi keahlian bisnis ini “belanja ilmu” langsung ke denyut nadi industri yang sesungguhnya. Tujuan utama kunjungan industri ini yakni pusat jenang Kudus, Museum Gusjigang.
Di Museum Gusjigang, para siswa tidak hanya melihat koleksi sejarah Kudus. Mereka juga mempelajari jenama Gusjigang yang memiliki akronim bagus akhlaknya, pintar ngaji, dan terampil dagang. Sebuah jenama yang mengandung filosofi warisan Sunan Kudus yang tetap relevan di tengah gempuran modernisasi.
Ketua Jurusan Bisnis Digital, M. Prasetiyo, menekankan bahwa pengalaman empiris adalah guru terbaik bagi para siswanya, terutama bagi mereka yang baru menginjak bangku kelas X.
Di sisi lain, M. Nasyirul Mufid selaku sekretaris jurusan mengungkapkan bahwa kegiatan kunjungan industri ini merupakan program MAK Babus Salam sebagai aliyah kejuruan. Program ini juga merupakan arahan Kepala Madrasah dan Waka Kurikulum.
Dalam kegiatan ini, para siswa juga mendapatkan materi dan dialog interaktif bersama pemateri yang mengupas anatomi perusahaan, mulai dari dapur produksi hingga strategi penetrasi pasar digital.
Siswa siswi MAK Babus Salam pun menyimak materi dengan antusias. Berbagai pertanyaan seputar industri dan bisnis dilontarkan, termasuk bagaimana industri bertahan di pasar global. Ini membuktikan bahwa nalar bisnis mereka mulai terasah.
Selama kunjungan industri, siswa turut didampingi sekretaris jurusan, waka sarpras, juga guru pengampu.
Selain mempelajari ilmu dari pemateri, para pelajar juga sibuk dengan buku catatan dan ponsel. Mereka mencatat dan mendokumentasikan informasi serta ilmu yang didapatkan selama kunjungan. Catatan-catatan itu nantinya menjadi bahan untuk menyusun laporan dan rencana tindak lanjut berkelompok.
Semangat ini menunjukkan bahwa kunjungan industri ini memiliki target yang jelas. Mereka tidak hanya belajar cara membuat produk, tetapi membedah bagaimana sebuah brand legendaris memanfaatkan data untuk tetap dicintai oleh lintas generasi.
Menuju Puncak Muria: Sujud di Ambang Senja
Usai tur industri dan belanja ilmu bisnis, rombongan MAK Babus Salam bergerak menuju lereng Gunung Muria. Sebuah transisi dari narasi duniawi menuju dimensi ukhrawi.
Di bawah keteduhan pohon-pohon tua dan udara dingin pegunungan, para siswa berdoa di makam Waliyullah Sunan Muria. Ziarah ini menjadi jeda reflektif bagi mereka untuk menyadari bahwa kesuksesan finansial haruslah berjalan beriringan dengan keteguhan iman. Menyeimbangkan antara etos kerja profesional dan kerendahan hati sebagai hamba.
Sebelum azan Maghrib, rombongan dijadwalkan kembali ke Komplek Ponpes Babus Salam Mulyoharjo. Mereka pulang dengan langkah yang mungkin lelah namun dengan wawasan yang jauh lebih luas.
Perjalanan ini adalah investasi jangka panjang. Harapannya, para siswa tidak hanya pulang membawa oleh-oleh khas Kudus, tetapi juga membawa pulang api kewirausahaan. Inilah ikhtiar MAK Babus Salam dalam merajut generasi yang tak hanya cakap mengelola aset digital, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang mumpuni.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











