PATI, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memperkuat koordinasi untuk memastikan distribusi dan harga DOC FS Broiler lebih stabil.
Day old chick adalah anak ayam umur sehari siap dibesarkan menjadi ayam pedaging. Stok DOC ini sempat mengalami kelangkaan pada pertengahan 2024.
Kondisi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi strategis yang dipimpin langsung Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati pada Minggu, 22 Februari 2026.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turut hadir dalam rapat tersebut. Pada kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa kebutuhan DOC di Pati mencapai sekitar 33 juta ekor per tahun dengan lima hingga tujuh siklus pemeliharaan.
Namun, harga DOC melonjak dari sekitar Rp5 ribu menjadi Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per ekor, menekan biaya produksi peternak.
Secara nasional, pasokan DOC dipengaruhi pengaturan populasi induk PS dan GPS (Parent Stock dan Grand Parent Stock, induk ayam pembibit penghasil telur tetas).
Distribusi pun banyak terserap perusahaan integrator (perusahaan perunggasan terintegrasi dari hulu hingga hilir), sehingga peternak mandiri membutuhkan kepastian akses pasokan.
Pada rakor tersbut kemudian disepakati distribusi 1.000 box DOC per minggu untuk peternak mandiri
Kesepakatan tersebut dicapai antara PPMP dan perusahaan pembibitan unggas yang tergabung dalam GPPU, sebagai respons atas kebutuhan riil peternak di wilayah Pantura, khususnya Kabupaten Pati.
Pemerintah pusat bersama Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Pati akan melakukan pemantauan dan pengawasan agar distribusi berjalan sesuai komitmen.
Sementara itu kondisi di lapangan, sebagian peternak sempat menunda siklus produksi akibat keterbatasan pasokan dan kenaikan harga. Kondisi ini berpotensi memengaruhi suplai ayam hidup serta stabilitas protein hewani masyarakat.
Pemkab Pati juga menyiapkan langkah lanjutan, mulai dari pendataan kebutuhan per siklus, pembelian kolektif DOC, hingga pengembangan hatchery lokal (unit penetasan telur menjadi DOC) dan penguatan koperasi sebagai offtaker (pihak penyerap hasil produksi).
Selain itu, pengawasan harga, fasilitasi distribusi resmi, serta penguatan biosecurity (langkah preventif mencegah masuk dan menyebarnya penyakit di kandang ternak) menjadi bagian strategi menjaga daya saing sektor unggas daerah.
“Ini bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah. Dengan pasokan 1.000 box per minggu, kami harap produksi kembali normal dan harga ayam di Pati tetap stabil,” terang Plt Bupati Pati.
Pihaknya optimistis melalui sinergi pusat dan daerah, ketersediaan DOC dapat kembali terkendali dan keberlanjutan usaha peternak mandiri tetap terjaga.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Ulfa











