BLORA, Harianmuria.com – SDN 1 Patalan, Kecamatan/Kabupaten Blora akan digabung dengan sekolah lain karena saat tidak ada murid di kelas satu.
Rencananya SD N1 Patalan akan digabung atau regrouping dengan SDN 2 Patalan. Guru dan orang tua siswa sudah legawa dan menerima kebijakan tersebut.
Kepala SDN 1 Patalan, Dhian Mayasari, mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan Blora telah visitasi atau pengamatan langsung ke sekolah tersebut. Ia mengaku hanya mengikuti kebijakan yang telah direncanakan oleh Dinas Pendidikan.
“Rencananya dari Dinas, kami di regrouping dengan SDN Patalan 2,” jelas Dhian melalui keterangan tertulis, Selasa, 20 Januari 2026.
Dhian mengatakan regrouping dilakukan lantaran pada tahun ajaran 2025-2026 SDN 1 Patalan tidak mendapatkan murid baru. Sementara untuk jumlah keseluruhan murid hanya tiga puluh.
“Rasio guru dan murid tidak normal 1:3. Jumlah guru ASN ada 10 orang. Kemudian tahun ajaran kelas satu enggak dapat murid,” ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa rencana regrouping telah disosialisasikan kepada orang tua siswa. Kemudian saat visitasi Dinas Pendidikan belum lama ini, orang tua siswa juga diundang untuk mengetahui informasi langsung.
“Waktu rapat bersama dinas, sudah disampaikan. Enggak ada kendala, orang tua siswa menerima,” tambahnya.
Begitu pula para guru, kata Dhian, akan mengikuti kebijakan Dinas Pendidikan. Ia menyebut ada peluang skema para guru di sekolah tersebut dipindah ke sekolah lain yang saat ini membutuhkan tenaga guru.
“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Dinas yang akan mengatur, menentukan guru-guru nanti dipindah ke mana,” jelasnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Nuril Huda, mengatakan pihaknya telah turun lapangan dan evaluasi puluhan sekolah negeri di Blora yang berpotensi digabung
“Jumlahnya ada sekira 30 SDN,” ujarnya.
Beberapa di antaranya sekolah di wilayah Kecamatan Blora Kota. Seperti SDN 2 Tegalgunung, SDN 2 Kamolan, SDN 1 Patalan. Kemudian ada juga sekolah-sekolah seperti di wilayah Kecamatan Randublatung, Kunduran, Sambong, Jepon, Jiken, Todanan, Banjarejo, Jati, Cepu, hingga Ngawen.
“Perlu digaris bawahi, ini masih wacana, belum final, masih dikaji dan dirapatkan terlebih dahulu. Sehingga kemungkinan yang lain masih bisa terjadi, artinya tidak jadi diregrouping,” tambahnya.
Sebagai informasi, SDN 1 Patalan pada penerimaan siswa tahun 2024 hanya mendapatkan 4 siswa baru dengan jumlah seluruh siswa menjadi 33. Tahun 2025 tidak mendapatkan siswa, sehingga menyisakan 30 siswa dari kelas 2 hingga kelas 6.
Analisa dari kepala sekolah setempat, minimnya siswa baru anak usia masuk SD juga sedikit. TK di desa tersebut juga hanya memiliki 5 siswa lulusan tahun 2025. Tak hanya itu, letak SD tersebut juga menjadi penilaian orang tua, karena jauh dari jalan utama.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











