PATI, Harianmuria.com – Ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Pati terancam gagal panen akibat banjir yang melanda pada pekan pertama Januari 2026.
Data sementara Dinas Pertanian (Dispertan) menunjukkan sekitar 340 hektare lahan pertanian terendam banjir.
Areal sawah terendam banjir di antaranya ada di Kecamatan Dukuhseti, Margoyoso, Jakenan, Pati Kota, dan sebagian kecil Winong. Tanaman bawang merah di Kecamatan Wedarijaksa yang juga terdampak banjir.
Beberapa hektare lahan pertanian siap panen juga terdampak banjir dan terancam gagal panen dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Data kami per tanggal 11 Januari kemarin ada sekitar 340 hektare. Per hari ini masih dalam proses, kemungkinan naik. Nanti kami update lagi,” ujar Kepala Dispertan Pati, Ratri Wijayanto, pada Senin, 12 Januari 2026.
Ratri menyebut adanya kemungkinan dampak banjir ke lahan pertanian meluas mengingat curah hujan masih tinggi.
Di sisi lain, Kepala Desa Sidoarum, Kecamatan Jakenan, Mulyono, mengatakan ada tanggul sungai jebol yang mengakibatkan areal sawah dan pemukiman warga terendam.
“Ada tanggul Sungai Kedunglo yang jebol kisaran 7 meter dengan kedalaman 1 meter. Nanti kami tangani bersama warga,” kata Mulyono.
Pihak desa bersama dengan warga segera membuat tanggul darurat guna mencegah kejadian serupa terjadi.
Khusus di wilayah Sidoarum, warga diminta waspada akan kenaikan debit air Sungai Silugonggo yang terus naik akibat curah hujan yang tak kunjung mereda.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Ulfa











