BLORA, Harianmuria.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, membawa kabar menggembirakan saat menghadiri Pameran Produk Inovasi (PPI) Jawa Tengah 2025 di Lapangan Kridosono, Blora, Jumat, 26 September 2025. Ia menyebut bahwa Bus Trans Jateng berpotensi membuka rute baru ke Kabupaten Blora.
“(Trans Jateng ke Blora?) Bisa, bisa,” kata Luthfi, merespons pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan beroperasinya transportasi massal bersubsidi itu di Blora.
Masih dalam Tahap Kajian Dishub Jateng
Luthfi menjelaskan bahwa rencana pengoperasian Trans Jateng di Blora masih dalam tahap kajian oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah.
“Nanti Dishub yang mengatur pengoperasian Trans Jateng, terkait izin trayek yang sudah ada. Jangan sampai terjadi benturan,” terangnya.
Baca juga: Blora Usulkan Rute Baru BRT Trans Jateng Rembang–Blora
Usulan dari Pemkab Blora
Sebelumnya, Pemkab Blora aktif mengajukan rute Trans Jateng untuk memfasilitasi masyarakat, terutama pelajar, agar beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.
Pada pengajuan pertama, Blora meminta perpanjangan rute Semarang–Mranggen (Demak)–Godong (Grobogan) hingga Blora. Namun, usulan tersebut ditolak karena Blora tidak termasuk dalam Wilayah Pengembangan (WP) Kedungsepur.
“Blora tidak masuk WP Kedungsepur, jadi usulan perpanjangan rute ditolak,” jelas Kabid LLAJ Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Sunyoto, Senin, 7 Juli 2025.
Alternatif Rute Rembang–Blora
Tak berhenti di situ, Pemkab Blora kembali mengajukan alternatif rute Rembang–Blora. Harapannya, rute ini dapat terintegrasi dengan layanan Trans Jateng lainnya, termasuk Jepara–Kudus–Pati (Jekuti).
Usulan ini dianggap lebih realistis karena Blora termasuk dalam WP Banglor (Rembang–Blora). Selain itu, jarak pusat kota Blora ke Rembang kurang dari 50 kilometer, sesuai aturan maksimal usulan trayek Trans Jateng.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











