• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Suluk Maleman Edisi 165: Rakyat bukan Musuh

Basuki by Basuki
22 September 2025
in Artikel, Kajian Agama
87 5
Dalam Suluk Maleman edisi 165, Anis Ba'asyin ingatkan penguasa bahwa rakyat bukan musuh, melainkan raksasa tidur yang bisa meledak jika ketidakadilan terus terjadi.

Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman bertajuk ‘…Dan Udara Pun Beracun…’ yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati, Sabtu, 20 September 2025. (Lingkar Network/Harianmuria.com)

711
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Isu politik yang terjadi di tanah air maupun di tataran internasional menjadi pokok bahasan ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 165 yang bertajuk “…Dan Udara Pun Beracun…” pada Sabtu, 20 September 2025. Dalam situasi yang serba tidak jelas seperti sekarang ini, semua pihak diharap dapat memeriksa kembali posisinya.

Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin, menyebut pergerakan yang terjadi baru-baru ini terlihat adanya aksi organik atau yang murni terjadi karena keresahan masyarakat. Bukan by design atau diatur oleh kelompok tertentu.

Aksi Rakyat Adalah Sinyal, Bukan Kebisingan

Menurut Anis, aksi yang dilakukan rakyat adalah isyarat bahwa tak ada lagi saluran yang dapat dipakai untuk menyuarakan persoalan mereka. “Jadi jangan menganggap aksi tersebut sekadar sebagai noise, sekadar kebisingan, tapi kode adanya persoalan serius di tengah rakyat,” katanya.

“Jadi jangan malah noise-nya yang dipersoalkan dan kemudian dibungkam, tapi dicari akar persoalannya. Bila apa yang dianggap noise terus-menerus dibungkam, justru akan menumpuk dan sewaktu-waktu menjadi ledakan besar,” sambungnya.

Anis berpesan agar penguasa jangan seolah-olah selalu bisa dan harus menguasai rakyat, apalagi membungkamnya. Dia mengingatkan bahwa kondisi rakyat itu seperti raksasa tidur.

“Jangan buat marah, karena kalau sudah marah tentu tidak ada yang bisa mengatasinya. Kita beruntung tidak sampai seperti Nepal,” katanya.

Rakyat bukan Musuh, Mereka Ingin Didengar

Oleh karena itu, pemerintah diharapkan bisa membuat kebijakan yang tidak membuat rakyat marah. Dia juga berharap pemerintah tidak mengatakan jika rakyat memusuhi negara atau pejabat.

“Mereka sebenarnya hanya ingin didengar, mengungkapkan pada pemerintah untuk melakukan tugas sebagaimana mestinya. Maka jangan jadikan rakyat sebagai ancaman. Rakyat jadi ancaman kalau pemimpinnya tidak bertindak sebagaimana mestinya,” ujar dia.

Ketidakadilan Jadi Pemicu Aksi Massa

Aksi itu, lanjut Anis, lazim terjadi ketika ketidakadilan terlihat sangat mencolok. Apalagi di era media sosial seperti sekarang. Terlebih saat masyarakat sulit mencari kerja, banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun berbagai ketimpangan lainnya.

“Ketika mereka lapar tentu akan sensitif saat melihat orang lain begitu mudah melakukan praktik korupsi. Dalam satu teori, ketidakadilan merupakan kekerasan yang paling pertama dan akan melahirkan kekerasan-kekerasan berikutnya,” sesalnya.

Anis juga menyoroti perilaku politisi yang dalam proses pemilihan seolah-olah melakukan praktik ‘beli-putus’ suara rakyat. Karena merasa sudah membeli, tak mengherankan bila setelah terpilih seolah tak ada lagi ikatan dengan rakyat.

“Uang menjadi utama. Maka penguasaan ekonomi juga menjadi utama, karena adanya uang dianggap dapat menyelesaikan semua masalah,” imbuhnya, dalam Suluk Maleman yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati.

Anis juga menyoroti persoalan perampasan buku lantaran diduga menjadi penyebab aksi massa beberapa waktu terakhir ini.

“Bisakah buku melahirkan pergerakan jika keadilan benar-benar terwujud? Maka sebenarnya sumbernya bukanlah buku melainkan ketidakadilan sendiri. Jadi jangan hanya menyalahkan rakyat,” tandasnya.

Waspada Narasi Sesat di Era AI

Anis juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi narasi palsu di era digital dan kecerdasan buatan (AI). Ia mencontohkan maraknya deep fake yang menyerang tokoh publik untuk memancing kemarahan rakyat.

“Di era AI sekarang ini, rawan berkembang narasi menyesatkan jika tak dipilah dengan baik. Jika tidak hati-hati, tentu kita akan termakan oleh pancingan semacam ini,” ungkapnya.

Karena itu, Anis mengajak seluruh masyarakat untuk dapat menjaga kedaulatan pikirannya, lebih-lebih dalam bermedia sosial. “Bermedsos boleh saja untuk konsumsi hiburan, tapi dengan porsi yang tepat dan penggunaan yang bijak,” imbuh dia.

Ruang kontemplasi itu makin hangat saat kelompok musik Sampak GusUran mengisi ngaji budaya tersebut. Tampak ribuan orang terlarut dalam diskusi yang digelar secara luring maupun lewat berbagai kanal media sosial Suluk Maleman.

Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: aksi rakyatAnis Sholeh BaasyinBerita Patideep fakeketidakadilanPati Hari Inipolitik Indonesiarakyat bukan musuhSuluk Maleman
SummarizeShare51SendShare
Previous Post

Fraksi PDIP Tunjuk Sudi Rustanto Jadi Anggota Pansus Angket DPRD Pati, Copot Joko Wahyudi

Next Post

Dewan Pers Prihatin: Masih Ada Pejabat Anggap Wartawan Biang Kegaduhan

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Puluhan warga Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar aksi protes di Polsek Cluwak, Selasa, 13 Oktober 2026. (Dok. LBH Semarang/Harianmuria.com)

Konflik Lahan 174 Hektare, Warga Karangsari Pati Desak Polisi Hentikan Kriminalisasi Petani

by Redaksi
14 Oktober 2026
531

PATI, Harianmuria.com – Puluhan warga Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendatangi Polsek Cluwak untuk mendesak kepolisian menghentikan proses hukum terhadap petani yang terlibat konflik agraria...

Musancab Digelar Serentak di 21 Kecamatan, PPP Pati Bidik Perolehan 9 Kursi DPRD

Musancab Digelar Serentak di 21 Kecamatan, PPP Pati Bidik Perolehan 9 Kursi DPRD

by Sekar Sari
11 Oktober 2026
649

PATI, Harianmuria.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pati mulai menyiapkan langkah untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif. Partai berlambang Kabah ini memasang target meraih tujuh hingga sembilan kursi...

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. (Harianmuria.com)

Pengawasan Trotoar Pati Dikritik Sudewo, Plt Bupati Chandra Bakal Minta Penjelasan Kementerian PU

by Redaksi
10 Oktober 2026
606

PATI, Harianmuria.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra akan menemui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membahas pembangunan trotoar di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Pati, Jawa...

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

by ulfa puspa
8 Oktober 2026
533

PATI, Harianmuria.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Penataan Bangunan, Permukiman, dan Kawasan, Dika Dwi Angga,meninjau proyek penataan trotoar Jalan Sudirman, Kabupaten...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
637
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • 3 Tahun Jalankan PSN Mandiri, Kasus DBD di Parakan Kendal Berhasil Ditekan

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Candi Kayen, Situs Cagar Budaya peninggalan Hindhu Budha yang masih ada sampai sekarang. (Google Map/Harianmuria.com)

Candi Kayen, Situs Cagar Budaya Peninggalan Hindu Budha di Pantai Utara Jawa

1 Oktober 2022
893
Kerajinan Bolit dari Limbah Kertas Tipping Rokok Banjir Peminat, Pesanan Hingga Negeri Sakura

Kerajinan Bolit dari Limbah Kertas Tipping Rokok Banjir Peminat, Pesanan Hingga Negeri Sakura

9 April 2025
748

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya