SALATIGA, Harianmuria.com – Sebanyak 41 pesantren di Kota Salatiga menjadi sasaran program Pesantren Ramah Anak dan Pengembangan Pemuda Sehat, yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga.
Program ini bertujuan menciptakan lingkungan pesantren yang lebih aman, bersih, sehat, dan bebas dari kekerasan, serta mendorong peran pesantren dalam membentuk karakter dan kesehatan mental generasi muda.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, saat membuka seminar bertema “Mewujudkan Pesantren Ramah Anak dan Pengembangan Pemuda yang Sehat” di Ruang Kaloka Setda Salatiga, Rabu, 6 Agustus 2025.
“Di Salatiga terdapat 41 pesantren dengan lebih dari 4.000 santri. Program ini penting agar para santri bisa belajar dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang mereka,” ujar Nina.
Sinergi Pemerintah dan Pesantren
Nina menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan pengasuh pesantren dalam menciptakan ruang tumbuh kembang yang positif dan aman untuk anak-anak.
“Pesantren sebagai lembaga pendidikan harus adaptif terhadap isu perlindungan anak. Harapannya, dari seminar ini muncul rekomendasi nyata yang bisa diterapkan secara langsung,” tambahnya.
Seminar ini menghadirkan narasumber seperti KH. Ubaidillah Shodaqoh dan dr. Prasit Al Hakim, serta diikuti oleh para tokoh agama, kiai, alim ulama, dan pimpinan pondok pesantren se-Kota Salatiga. Hadir pula Asisten II Sekda Kota Salatiga dan perwakilan dari sejumlah instansi terkait.
Komitmen Pesantren Jadi Lembaga Ramah Anak
Ketua Komisi Pendidikan dan Pemberdayaan Pondok Pesantren, Mansyur, menyambut baik inisiatif Pemkot Salatiga. Ia mengapresiasi kondisi pesantren di kota tersebut yang dinilai sudah cukup bersih dan sehat.
“Kami harap pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, tapi juga menjadi ruang tumbuh kembang anak yang ramah, sehat, dan dekat dengan masyarakat serta pemerintah daerah,” ujarnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










