• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Kena Imbas Efisiensi Anggaran, Omzet Perusahaan Otobus Turun 35 Persen

Basuki Rahardjo by Basuki Rahardjo
24 Februari 2025
in News, Semarang
73 0
Sejumlah armada bus 'ngandang' karena turunnya order menyusul kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. (Hesty Imaniar/Harianmuria.com)

Sejumlah armada bus 'ngandang' karena turunnya order menyusul kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. (Hesty Imaniar/Harianmuria.com)

564
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KAB.SEMARANG, Harianmuria.com – Kebijakan efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah pusat tidak hanya berdampak pada program-program pemerintah daerah saja. Sektor usaha swasta juga terkena imbas kebijakan tersebut, terutama sektor bisnis dan akomodasi.

Selain hotel dan konvensi, sektor usaha transportasi darat komersial juga tak luput harus merasakan efek domino dari pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat tersebut. Salah satunya dialami Perusahaan Otobus (PO) Citra Dewi yang ada di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Pengelola PO Citra Dewi, Handika Gusni Rahmulya, mengatakan usahanya turut terkena imbas efisiensi anggaran. “Ya sekarang ini lesu orderannya, karena banyak sekali yang membatalkan kontrak sewa armada bus, khususnya dari sejumlah instansi pemerintahan yang memang selama ini telah dilakukan,” ujarnya, Senin (24/2/2025).

Handika mengaku usaha transportasi yang ia jalankan itu sudah lesu sejak bulan Januari lalu. Tak pelak, para pengelola PO harus memutar otak untuk menyiasati situasi yang bagi mereka sangat tidak menguntungkan ini.

Seiring penerapan efisiensi anggaran melalui terbitnya Inpres Nomor 1 Tahun 2025, pemilik usaha PO pun kian gigit jari. Sebab, sejumlah orderan yang sudah deal dari instansi pemerintahan, kemudian tiba-tiba harus dibatalkan.

“Penurunannya banyak sekali ya, dari adanya efisiensi anggaran ini. Saya dan teman-teman pengelola usaha jasa transportasi wisata lainnya memang sudah merasakan situasi ini,” imbuhnya.

Handika menuturkan, penurunan omzet dari bisnis yang ia jalankan bisa mencapai 35 persen. Itu dikarenakan instansi pemerintah selama ini merupakan salah satu konsumen potensial bagi para pelaku usaha, termasuknya pemilik jasa transportasi seperti Handika.

“Turunnya sekitar 25 hingga 35 persen imbas pemangkasan anggaran ini. Karena memang, instansi pemerintahan selama ini menjadi salah satu konsumen tetap di PO milik saya ini dan para pelaku jasa transportasi sektor pariwisata lainnya,” jelasnya.

Biasanya, ungkap Handika, di setiap menjelang bulan Ramadan, banyak orderan armada bus untuk kegiatan ziarah dan kegiatan-kegiatan instansi lainnya. Namun, karena ada instruksi efisiensi, saat ini sejumlah instansi pemerintahan telah kontrak sewa armada bus.

“Karena alasan efisiensi anggaran yang cukup ketat di lingkungan instansi pemerintahan, akhirnya dilakukan pembatalan ini yang jumlah cukup banyak,” sebut Handika.

Handika menambahkan, di garasi PO Citra Dewi saat ini ada 27 armada bus yang ngandang alias tidak beroperasi, dan hanya 22 armada di antaranya yang ada driver (sopir) serta kru.

“Kalau sebelumnya setiap armada bus ada driver dan kru masing-masing yang bertanggungjawab, sekarang tidak semuanya ada. Karena memang ada beberapa kru atau driver yang sudah mengundurkan diri atau memilih untuk beralih provesi, akibat lesunya order atau penyewa bus sekarang ini,” keluhnya.

Meski demikian, ia mengaku masih mempertahankan usahanya itu, dan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). “Tapi memang situasi dan kondisinya sudah seperti ini,” sambungnya.

Kiat lain yang dilakukannya untuk bertahan saat ini adalah menunda pembaruan armada bus. “Jika dihitung-hitung dengan order yang sepi, juga tidak efektif bagi kami. Kami sampai menunda pembaruan armada bus,” tuturnya.

(HESTY IMANIAR – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Dampak efisiensi anggaranInfo Semarangomzet turunperusahaan otobustransportasi darat
SummarizeShare41SendShare
Previous Post

Hindari Ulah Spekulan Tanah, Dewan Sarankan Pemkab Blora Buat Kawasan Industri

Next Post

Buron 5 Hari, Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Semarang Tertangkap

Basuki Rahardjo

Basuki Rahardjo

Berita Terkait

Harga Seragam Sekolah di Pasar Johar Semarang Naik Jelang Tahun Ajaran Baru 2026

Harga Seragam Sekolah di Pasar Johar Semarang Naik Jelang Tahun Ajaran Baru 2026

by Sekar Sari
7 Juli 2026
586

SEMARANG, Harianmuria.com - Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, area pertokoan di Pasar Johar Semarang mulai dipenuhi ibu-ibu yang mengantar anaknya untuk membeli seragam sekolah. Seperti yang terlihat di...

123 Ton Bawang Bombai di Semarang Ternyata Selundupan dari Malaysia

123 Ton Bawang Bombai di Semarang Ternyata Selundupan dari Malaysia

by ulfa puspa
26 Januari 2026
608

Semarang, Harianmuria.com – Polisi mengungkap kasus penyelundupan bawang bombai impor ilegal yang digagalkan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kapolrestabes Semarang, Kombes Syahduddi, menyatakan bawang bombai impor ilegal itu...

PDAM Semarang pastikan air bersih aman dan tak tercemar mayat di Reservoir Siranda, karena tidak difungsikan sejak Maret 2025.

PDAM Semarang Tegaskan Air Aman, Tak Tercemar Mayat di Reservoir Siranda

by Basuki
19 Agustus 2025
632

PDAM Semarang pastikan air bersih aman dan tak tercemar mayat di Reservoir Siranda, karena tidak difungsikan sejak Maret 2025.

Wali Kota Semarang beri keringanan PBB 2025 dan perpanjang jatuh tempo hingga 30 September.

Wali Kota Semarang Beri Keringanan PBB, Jatuh Tempo Diperpanjang Hingga 30 September

by Basuki
15 Agustus 2025
554

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memberikan keringanan PBB tahun 2025 dan memperpanjang jatuh tempo pembayaran hingga 30 September. Simak detail kebijakan dan penerimanya.

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
635
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    178 shares
    Share 71 Tweet 45
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Dinkes Selidiki Puluhan Siswa dan Guru SMPN 5 Rembang Diare yang Dikaitkan Karena MBG

Dinkes Selidiki Puluhan Siswa dan Guru SMPN 5 Rembang Diare yang Dikaitkan Karena MBG

5 Agustus 2026
690
ILUSTRASI: Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober. (Unsplash/Harianmuria.com)

Mengenal Sejarah Hari Santri Nasional yang Diperingati Setiap 22 Oktober

10 Oktober 2022
666

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya