PATI, Harianmuria.com – Anggota komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Roihan menilai pemerintah belum siap menerapkan kurikulum merdeka. Ia pun menyebut Kementerian Pendidikan Kebutuhan Riset dan Teknologi (Kemdikbud-Ristek) harus mengkaji ulang penerapan kurikulum baru ini.
Menurut Roihan, pelaksanaan kurikulum merdeka haruslah dibarengi dengan sarana prasarana yang memadai baik dari segi infrastruktur hingga ketersediaan tenaga pengajar.
“Sejauh mana pemerintah pusat dalam mempersiapkan sarpras untuk implementasi kurikulum merdeka belajar. Merubah mindset dan paradigma guru itu sulitnya bukan main. Nanti misal, harus punya alat ini dan itu, pemerintah pusat bisa tidak?,” keluhnya.
Politisi dari Partai Nasdem ini juga menyinggung pembekalan kurikulum merdeka yang belakangan ini diikuti oleh para guru. Roihan menyebut, seminar pembekalan tersebut kurang efektif dan anggarannya lebih dibutuhkan untuk pemenuhan sarpras sekolah.
Namun di satu sisi, sebagai anggota komisi D selaku yang membidangi sektor pendidikan sangat mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka belajar.
“Jangan hanya seminar-seminar saja, itu kan hanya mendengarkan saja. Pada dasarnya, kami di daerah siap mendukung kurikulum merdeka belajar. Tapi yang jelas pemerintah harus siap mempersiapkannya sarpras nya,” imbuhnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Komisi D Wisnu Wijayanto. Dirinya juga berharap agar pemerintah pusat bisa mengakomodir keperluan dan perbaikan sekolah terlebih dahulu agar bisa menerapkan kurikulum baru ini.
“Pemerintah harus sungguh-sungguh. Jangan sampai nanti ini diterapkan, 2024 dirubah lagi. Kan kasihan anak-anak,” tutupnya. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)











