Rabu, Januari 7, 2026
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Opini - Dari Hoaks ke Literasi: Mengajarkan Etika Komunikasi di Era Manipulasi Digital

Dari Hoaks ke Literasi: Mengajarkan Etika Komunikasi di Era Manipulasi Digital

Basuki by Basuki
03 Oktober 2025 11:26
in Opini, Artikel
0 0
Pelajari pentingnya etika komunikasi dan literasi digital dalam melawan hoaks dan manipulasi informasi di era digital.

Ilustrasi hoaks dan literasi digital. (AI/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

Oleh : Silvi Aris Arlinda, S.I.Kom., M.I.Kom

Harianmuria.com – Di era digital saat ini, arus informasi mengalir begitu deras tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Setiap individu memiliki kebebasan untuk memproduksi sekaligus menyebarkan pesan, baik melalui media sosial, aplikasi percakapan, maupun platform daring lainnya. Namun, kebebasan ini sering kali disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, hingga manipulasi informasi yang menyesatkan.

Fenomena hoaks bukanlah sesuatu yang baru, namun dalam era digital penyebarannya menjadi jauh lebih masif. Cukup dengan satu klik, sebuah informasi palsu bisa menjangkau ribuan bahkan jutaan orang dalam hitungan detik. Hal ini diperparah oleh rendahnya tingkat literasi digital masyarakat. Banyak orang masih lebih cepat menekan tombol “share” ketimbang menimbang kebenaran sebuah informasi.

Budaya kritis dan kesadaran etis dalam berkomunikasi seringkali terabaikan. Komunikasi sejatinya bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan juga membangun pemahaman yang sehat, saling menghormati, dan menciptakan harmoni sosial.

Komunikasi yang etis mampu menjadi jembatan untuk mempererat kohesi sosial, sementara komunikasi yang tidak etis justru dapat menjadi pemicu perpecahan, konflik, bahkan kekerasan. Inilah mengapa literasi digital dan etika komunikasi menjadi dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Literasi digital tidak boleh dipahami hanya sebatas kemampuan mengakses atau menggunakan teknologi. Lebih dari itu, literasi digital mencakup keterampilan memverifikasi informasi, berpikir kritis, serta menanamkan tanggung jawab moral ketika berinteraksi di ruang publik digital. Dalam konteks pendidikan, mahasiswa maupun generasi muda perlu dilatih agar mereka tidak sekadar menjadi konsumen informasi, melainkan juga produsen pesan yang beretika.

Etika komunikasi di era manipulasi digital menjadi benteng terakhir untuk melawan arus informasi menyesatkan. Dalam konteks sosial, hoaks sering kali tidak hanya merugikan individu, tetapi juga masyarakat luas. Kita bisa melihat bagaimana hoaks terkait isu kesehatan, politik, maupun agama dapat memicu keresahan sosial bahkan memecah belah bangsa. Di sinilah peran penting literasi digital yang membekali masyarakat dengan kemampuan untuk memilah mana informasi yang benar dan mana yang manipulatif.

Kampus dan lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan kesadaran etika komunikasi ini. Mahasiswa sebagai generasi muda harus dilatih agar tidak hanya pandai berbicara dan menulis, tetapi juga mampu memahami dampak sosial dari setiap pesan yang mereka sebarkan. Mereka harus menyadari bahwa komunikasi bukan sekadar alat untuk memengaruhi, tetapi juga sarana untuk membangun keadaban publik.

Selain itu, media massa dan platform digital juga memiliki peran besar. Media seharusnya tidak hanya mengejar sensasi atau klik semata, tetapi juga turut mendidik masyarakat dengan menyajikan informasi yang berimbang dan terverifikasi. Platform digital pun perlu memperkuat algoritma agar tidak mudah dimanfaatkan untuk menyebarkan manipulasi informasi. Namun, semua ini kembali pada kesadaran individu. Literasi digital dan etika komunikasi tidak akan berjalan jika masyarakat tidak menumbuhkan budaya kritis dalam dirinya. Oleh karena itu, keluarga, komunitas, dan lingkungan sosial juga harus ikut serta dalam membangun budaya literasi ini.

Jika kita tidak bergerak dari hoaks menuju literasi, maka ruang digital akan terus dipenuhi oleh kebisingan informasi yang menyesatkan. Namun, jika etika komunikasi menjadi fondasi, maka masyarakat kita akan lebih siap menghadapi era manipulasi digital dengan bijak, kritis, dan berintegritas. Harapan terbesar adalah agar komunikasi digital tidak hanya menjadi sarana pertukaran informasi, tetapi juga menjadi media pembelajaran, kolaborasi, dan penguatan demokrasi.

Penutupnya, tantangan terbesar kita di era ini bukanlah teknologi itu sendiri, melainkan bagaimana manusia menggunakannya. Etika komunikasi adalah kompas moral, sementara literasi digital adalah bekal pengetahuan. Jika keduanya berjalan seiring, maka transformasi dari hoaks menuju literasi bukanlah mimpi, melainkan keniscayaan.

Tentang Penulis:
Silvi Aris Arlinda, S.I.Kom., M.I.Kom dalah Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: etika komunikasihoakskomunikasi era digitalliterasi digitalmanipulasi informasimedia massapendidikan komunikasiruang publik digital

Related Posts

Pelajari cara efektif menyusun peta proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi, kejelasan peran, dan kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Artikel

Cara Efektif Menyusun Peta Proses Bisnis

22 Desember 2025
Peta proses bisnis menjadi kunci efisiensi tata kelola organisasi dan instansi.
Artikel

Mengenal Peta Proses Bisnis: Kunci Efisiensi Tata Kelola Organisasi dan Instansi

22 Desember 2025
Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.
Kajian Agama

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

22 Desember 2025
Pada Hari HAM Sedunia 10 Desember, nasib 400 warga Indonesia masih menggantung karena status tersangka yang tak kunjung disidangkan.
Artikel

Hari HAM Sedunia, 400 Orang Nasibnya Digantung

10 Desember 2025
Load More
Next Post
Pemkab Kendal dorong petani beralih ke sistem pertanian organik untuk memenuhi kebutuhan ekspor beras organik ke Jepang melalui kerja sama Sister City dengan Sue Machi.

Kendal Siap Ekspor Beras Organik ke Jepang lewat Sister City dengan Sue Machi

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Alamat Kantor
  • Hubungi Kami

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS