SEMARANG , Harianmuria.com – Pompa-pompa air di Kota Semarang tak berfungsi normal. Akibatnya, setidaknya tiga kecamatan di wilayah itu jadi langganan banjir. Ketiga kecamatan itu yakni Kecamatan Pedurungan, Gayamsari, dan Genuk.
Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana bekerja sama menangani banjir, yakni dengan mengoptimalkan rumah pompa beserta langkah-langkah strategis.
Kepala BBWS Pemali Juana Fikri Abdurrohman dalam kesempatannya, meminta maaf lantaran penanganan banjir belum bisa optimal.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat yang terdampak banjir. Kami akui bahwa hampir semuanya terjadi akibat pompa Tenggang dan Sringin tidak berfungsi secara optimal,” tuturnya.
Ia menegaskan, pihaknya secara intensif melakukan upaya-upaya agar banjir yang terjadi bisa cepat surut.
Dirinya juga akan menghidupkan kembali sejumlah pompa air di Kali Tenggang dan Sringin.
“Tim penyelam kami telah memperbaiki pompa yang mati. Insya Allah sebentar lagi dalam dua hari akan menyala lima unit pompa,” tutur Fikri, Kamis (6/2).
Selain itu, pihaknya juga telah mengerahkan dua unit pompa di Sampangan. “Sehingga pelan-pelan kita perbaiki upaya menangani genangan,” imbuhnya.
Disinggung soal tiga titik tanggul Kali Plumbon yang jebol, Fikri menuturkan bahwa pihaknya akan memasang batu kali untuk mengatasi tanggul jebol.
Selain upaya-upaya itu, untuk mempercepat penanganan dan mengurangi genangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga telah menerapkan langkah-langkah antisipasi. Mulai dari menambah mobile pump di enam titik hingga penambahan enam pompa portabel di sepanjang Kaligawe Raya.
Pemkot juga menggunakan sandbag untuk menutup tanggul Kali Plumbon yang jebol; mengeruk sedimen; serta membersihkan sampah dan menormalisasi sungai. (Syahril Muadz | Harianmuria.com)










