Kamis, Januari 8, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - News - Umum - Nasib Pilu Guru PAUD di Pati, Gaji Sebulan Rp100 Ribu

Nasib Pilu Guru PAUD di Pati, Gaji Sebulan Rp100 Ribu

Basuki Rahardjo by Basuki Rahardjo
10 Februari 2025 20:44
in Umum, Nasional, News, Pati, Pendidikan, Seputar Jateng
0 0
Guru PAUD dan honorer Pati curhat di depan anggota DPR RI. (Istimewa/Harianmuria.com)

Guru PAUD dan honorer Pati curhat di depan anggota DPR RI. (Istimewa/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

JAKARTA, Harianmuria.com – Guru-guru PAUD Kabupaten Pati yang terhimpun dalam HIMPAUDI serta guru honorer mendatangi gedung DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (10/2/2025). Didampingi beberapa anggota DPRD Kabupaten Pati, para guru itu mengadukan penghidupan mereka yang masih jauh dari kata sejahtera.

Di hadapan para anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati Tulus Budiharjo, yang juga ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), mengungkapkan curhatan para guru PAUD di Pati.

Menurut Tulus, guru-guru PAUD mendapatkan gaji yang jauh lebih rendah dibandingkan buruh pabrik. “Di Pemkab Pati baru memberikan jaminan atau tunjangan hanya dua jam pelajaran. Per jam cuma Rp50 ribu, sebulan cuma Rp100 ribu, setahun hanya Rp1,2 juta, dan itu diberikan per tiga bulan sekali,” tuturnya.

Selain itu, kata Tulus, PAUD sering dianggap sebagai sekolah non-formal, sehingga guru-guru PAUD seringkali tidak dianggap sebagai guru atau tenaga pendidik, berbeda dengan guru SD, SMP, dan SMA.

Maka dari itu, ia mengharapkan agar anggota DPR RI segera merevisi UU Sisdiknas Tahun 2003 yang mengatur tentang kesejahteraan guru, tak terkecuali guru PAUD.

“Kesetaraan tenaga PAUD sama dengan guru. Diharapkan ada perhatian dan tunjangan yang sama dengan para pengajar, dan lebih lanjut berharap dapat sertifikasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Alam menyebut ia bersama rombongan HIMPAUDI sengaja datang jauh-jauh dari Pati malam hari dan tiba di Jakarta pada dini hari, hanya demi bisa mengadukan tentang nasib pra guru PAUD dan guru honorer.

Alam mengaku miris. Pasalnya syarat menjadi guru PAUD saja harus S1, tetapi gaji yang diberikan tidak setara dengan biaya kuliah yang sudah dikeluarkan. “Berangkat dari malam dan baru datang jam 1 pagi. Kami sama-sama S1, kenapa kesejahteran kami tidak diperhatikan. Kami miris,” ucapnya.

Selanjutnya, ia menjabarkan soal gaji dan tunjangan yang diberikan oleh pemerintah dari Bank Kesejahteraan Guru sejak tahun 2020, yang hanya naik sedikit per tahunnya. Bahkan demi bisa menghidupi diri sendiri dan keluarga, guru-guru PAUD dan honorer di Pati ini sering dibayar dengan sembako.

“Tahun 2020 masih Rp50ribu. Tahun 2021 naik jadi Rp100 ribu. Beberapa lembaga harus dibayar dengan sayur mayor dan beras agar gurunya bisa dibayar,” katanya.

Alam juga mengungkapkan dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) untuk para guru PAUD per tahun yang hanya Rp660 ribu pun masih jauh dari layak.

“Honor Rp200 ribu dari BOP, ditambah Rp100 ribu, jadi cuma Rp300 ribu. Data yang dikumpulkan pusat sudah berikan dukungan BOP Rp500ribu/anak per tahun. Kenapa hanya Rp660 ribu per tahun? Padahal anak kalau main, barangnya itu habis pakai,” tuturnya sambil menahan haru.

“Ke depan harap dinaikkan BOP-nya untuk guru-guru PAUD. Apa bedanya PAUD dengan sekolah yang lain?” sergahnya dengan nada sedikit tegas.

Selain meminta kenaikan dana BOP dan tunjangan, Alam juga menuntut adanya revisi UU Sisdiknas tahun 2003 yang mengatur soal kesejahteraan guru dan dosen. Sebab, UU tersebut tidak memasukkan guru PAUD sebagai guru.

“Kami meminta revisi UU Sisdiknas 2003, yang terintegrasi dengan guru-guru dan dosen. Kalau kami bukan guru, kami ini apa? Selama 20 tahun pemerintah belum memberikan kesejahteraan, kesetaraan, dan payung hukum bagi guru PAUD,” tandasnya.

Salah seorang guru PAUD, Siti Sudarwati mengungkapkan harapannya terkait revisi UU Sisdiknas. Pertama, merekomendasikan agar guru-guru PAUD diikutsertakan mengikuti PPG. Kedua, minta insentif yang diberikan itu langsung dari pemerintah, untuk peningkatan kesejahteraan.

“Ketiga, dana BOP sebesar Rp660 ribu per tahun itu sangat minim sekali, sehingga kebutuhan yang ada di lembaga itu belum terpenuhi. Terakhir, kami juga ingin ada revisi UU Sisdiknas tahun 2003 agar kita masuk ke guru formal. Ini supaya kita punya hak yang sama dan setara dengan guru-guru formal lainnya,” ungkapnya.

Selain guru PAUD, salah seorang guru honorer juga mengungkapkan curhatan pilunya di depan anggota DPR RI. Ia mengaku gaji yang diterimanya dan rekan-rekan guru honorer hanya sebesar Rp300 ribu dan Rp500 ribu. “Kami guru honorer paruh waktu. Maka dari itu, kami meminta agar pemerintah memikirkan nasib-nasib kami untuk dinaikkan menjadi PPPK paruh waktu,” ujarnya.

(YUYUN HU – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info PatiKesejahteraan guruPendidikan

Related Posts

Unik, SPPG Ngawen 2 Blora kirim menu MBG dengan sopir berkostum wayang untuk meningkatkan antusias siswa di hari pertama sekolah.
Blora

Unik, SPPG Ngawen 2 Blora Antar Menu MBG Pakai Sopir Berkostum Wayang

8 Januari 2026
Resmi menjabat Dirut PDAM Kota Semarang, Ady Setiawan menargetkan penambahan 10.000 pelanggan baru per tahun dan fokus perluasan layanan air bersih.
Semarang

Resmi Pimpin PDAM Kota Semarang, Ady Setiawan Targetkan 10.000 Pelangan Baru per Tahun

8 Januari 2026
Gus Yasin mendorong pemanfaatan AI untuk mendokumentasikan kisah para wali agar sejarah dan dakwah Islam lebih menarik bagi generasi muda.
Kudus

Sasar Generasi Muda, Gus Yasin Gagas Pemanfaatan AI untuk Dokumentasi Kisah Para Wali

8 Januari 2026
Permohonan dispensasi nikah di Kabupaten Rembang turun 60 kasus setelah pengetatan syarat dan sinergi lintas lembaga melalui pembinaan dan pendampingan.
Rembang

Hasil Sinergi Lintas Lembaga, Permohonan Dispensasi Nikah di Rembang Susut 60 Kasus

8 Januari 2026
Load More
Next Post
Anggota DPR RI Komisi X bersama guru-guru PAUD Kabupaten Pati. (Yuyun HU/Harianmuria.com)

Demi Kesejahteraan Guru PAUD, Anggota DPR Siap Revisi UU Sisdiknas

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guru ASN Blora Sumringah, Anggaran Rp40,73 Miliar Cair untuk Gaji ke-13 dan THR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS