Kamis, Januari 8, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - News - Prevalensi Stunting di Blora Sulit Diturunkan, Ini Faktor Penyebabnya

Prevalensi Stunting di Blora Sulit Diturunkan, Ini Faktor Penyebabnya

Basuki Rahardjo by Basuki Rahardjo
26 April 2025 11:07
in News, Blora, Seputar Jateng, Umum
0 0
Plt Kepala Dinkesda Blora Edi Widayat menargetkan penurunan prevalensi stunting sebesar tiga persen pada 2025.  (Eko Wicaksono /Harianmuria.com)

Plt Kepala Dinkesda Blora Edi Widayat menargetkan penurunan prevalensi stunting sebesar tiga persen pada 2025. (Eko Wicaksono /Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

BLORA, Harianmuria.com – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora menargetkan penurunan prevalensi stunting (tengkes) sebesar tiga persen pada tahun 2025, dari 21,2 persen di tahun 2024 menjadi 18 persen.

“Menurunkan tiga persen angka stunting di Kabupaten Blora bukan hal yang mudah, mengingat faktor potensi terjadinya stunting sangat banyak, ” kata Plt Kepala Dinkesda Blora Edi Widayat, Jumat (26/4/2025).

Selain pemenuhan gizi balita, ada faktor genetik dan pola makan ibu menyusui. Lalu ada faktor kondisi rumah, air hingga lingkungan tumbuh kembang balita.

“Pada ilmu kesehatan, lingkungan menyumbang 80 persen adanya penyakit pada manusia. Sehingga dari penyakit itu menjadikan faktor genetik dan faktor kesehatan ibu menyusui yang menyebabkan stunting pada balita,” terang Edi.

Baca Juga:  Mantan Bupati Blora Hibahkan 5 Buku Sejarah ATR ke Perpusda

Dikatakan, penurunan stunting di setiap kabupaten itu memiliki tahapan yang berbeda. Selain itu, penurunan persentasenya membutuhkan waktu yang panjang.

“Memang permasalahan utama itu gizi anak, tapi banyak faktor pendukung lainya. Seperti pola makan dan asuh anak, hingga faktor lingkungan tumbuh kembang anak,” jelas Edi.

Salah satu upaya yang dilakukan Dinkesda adalah memantau pelaksanaan pemberian makanan tambahan (PMT) pada balita disetiap posyandu di desa.

“PMT itu dari berbagai sumber, baik dari dana pusat (APBN), bantuan provinsi, dana desa hingga APBD Pemkab Blora sendiri,” tuturnya.

Edi menekankan bahwa intervensi pencegahan stunting paling penting dimulai sejak usia remaja, khususnya pada remaja putri. Mulai dari usia pernikahan hingga jarak kelahiran anak, semua memengaruhi kesiapan alat reproduksi.

Baca Juga:  Kejari Blora Selamatkan Rp800 Juta Uang Negara dari 1 Kasus Korupsi Sepanjang 2025

“Alat reproduksi remaja putri yang belum siap, sangat berpotensi melahirkan bayi stunting. Lalu jarak usia anak juga menjadi faktor penting, dikarenakan perhatian orang tua terhadap gizi anak terpecah,” jelasnya.

Edi menambahkan, penganggulangan stunting harus dilakukan pada semua sektor. Namun ada hal penting untuk antisipasi secara mandiri, yaitu pemenuhan gizi pada anak dalam proses seribu hari kehidupannya.

“Sejak usia kandungan empat bulan hingga anak berusia tiga tahun adalah proses penting pemenuhan gizi untuk terhindar pada stunting,” pungkasnya.

(EKO WICAKSONO – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: bloraDinkesda Bloragizi balitaInfo BloraPrevalensi Stuntingstuntingtengkes

Related Posts

Damkar Demak menangani 96 kasus kebakaran sepanjang 2025, kebakaran rumah mendominasi dengan korsleting listrik sebagai penyebab utama.
Demak

Damkar Demak Tangani 96 Kasus Kebakaran di 2025, Korsleting Listrik Pemicu Utama

8 Januari 2026
Mantan Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo menyerahkan lima buku Sejarah Akademi Teknologi Ronggolawe (ATR) ke Perpusda Blora sebagai upaya penguatan literasi daerah.
Blora

Mantan Bupati Blora Hibahkan 5 Buku Sejarah ATR ke Perpusda

8 Januari 2026
Polres Semarang menyetorkan 45,94 ton jagung hasil panen sepanjang 2025 ke Bulog sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Semarang

Polres Semarang Setor 45,94 Ton Jagung Hasil Panen ke Bulog Selama 2025

8 Januari 2026
Dua RSUD di Blora, yaitu RSUD Blora dan RSUD Cepu, kini membayar gaji pegawai menggunakan anggaran BLUD tanpa subsidi APBD.
Blora

Tanpa Subsidi APBD, 2 RSUD di Blora Kini Bayar Gaji Pegawai Pakai Anggaran BLUD

8 Januari 2026
Load More
Next Post
Anggota Polsek Gabus bersama warga menangani tanggul jebol di Sungai Gono, Desa Penanggungan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Sabtu (26/4/2025). (Setyo Nugroho/Harianmuria.com)

Tanggul Jebol, Limpasan Sungai Gono Genangi Jalan dan Perumahan di Gabus Pati

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guru ASN Blora Sumringah, Anggaran Rp40,73 Miliar Cair untuk Gaji ke-13 dan THR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS