SEMARANG, Harianmuria.com – Direktorat Reserse Siber (Ditsiber) Polda Jawa Tengah menggandeng kalangan pelajar dan guru untuk menjadi agen literasi digital di lingkungan sekolah.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam membangun ruang digital yang aman, sehat, dan beretika melalui pendekatan edukatif dan preventif.
Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih, mengatakan bahwa kolaborasi antara aparat dan dunia pendidikan menjadi kunci dalam menjaga ekosistem digital agar tetap positif dan produktif.
“Edukasi publik seperti ini penting agar masyarakat makin waspada dan bijak berinternet. Dunia digital harus kita jaga bersama sebagai ruang yang aman, produktif, dan beretika,” ujar Kombes Himawan, Senin, 20 Oktober 2025.
Cyber Edu Squad: Cetak Duta Pelajar Digital
Melalui program Cyber Edu Squad, Ditsiber Polda Jateng menanamkan kesadaran digital sejak dini. Para siswa dan guru dilatih menjadi duta pelajar digital yang aktif mengedukasi rekan-rekannya mengenai etika berinternet, bahaya hoaks, keamanan data pribadi, dan konsekuensi hukum penyalahgunaan media sosial.
“Edukasi menjadi bagian penting selain penegakan hukum. Upaya ini terus digencarkan, mulai dari ruang kelas hingga ruang publik, agar masyarakat tidak mudah terjerat dalam praktik kejahatan siber,” tambah Himawan.
Waspada Ancaman Kejahatan Siber
Ditsiber Polda Jateng mencatat beragam bentuk kejahatan siber yang marak terjadi, seperti penipuan online, peretasan data pribadi, hingga penyebaran konten ilegal di media sosial.
Sebagai langkah konkret, Polda Jateng telah mengintensifkan patroli siber dan kampanye literasi digital di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Polri Bangun Ketahanan Digital Masyarakat
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari strategi besar Polri untuk memperkuat ketahanan digital masyarakat.
“Polda Jateng berkomitmen menghadirkan literasi digital yang kuat di masyarakat, mulai dari sekolah hingga media publik. Mari kita bangun budaya digital yang cerdas dan bertanggung jawab,” tegas Artanto.
Program literasi digital ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang cakap digital, beretika, dan mampu menjadi pelopor dalam menciptakan ruang siber yang aman di Jawa Tengah.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










