Sabtu, Januari 10, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - News - Peternak Sapi di Semarang Ngeluh Jumlah Pembeli Turun Dampak PMK

Peternak Sapi di Semarang Ngeluh Jumlah Pembeli Turun Dampak PMK

Anita by Anita
09 Januari 2025 20:37
in News, Highlight, Semarang, Seputar Jateng, Umum
0 0
Seorang peternak di Kabupaten Semarang sedang melakukan sterilisasi di kandang sapi miliknya agar terbebas dari serangan PMK. Para peternak sapi mengeluhkan penjualan yang menurun. (Hesty Imaniar | Harianmuria.com)

Seorang peternak di Kabupaten Semarang sedang melakukan sterilisasi di kandang sapi miliknya agar terbebas dari serangan PMK. Para peternak sapi mengeluhkan penjualan yang menurun. (Hesty Imaniar | Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Para peternak sapi mengeluhkan turunnya pembeli akibat merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kerap menyerang hewan berkuku genap atau ruminansia.

Salah satu pedagang sapi asal Polosiri, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Amri (50) pun mengeluhkan turunnya jumlah pembeli sapi di peternakannya. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran merebaknya wabah PMK ini.

Dirinya pun tak berani merawat sapi dalam jumlah banyak. Di mana, yang biasanya bisa merawat 15 ekor sapi, kini jumlahnya dikurangi menjadi hanya 2 sapi.

“Sekarang hanya punya dua ekor sapi saja, jenisnya sapi yang saya rawat sekarang ini sapi pegon yang sudah berusia sekitar tiga tahun di rumah saya,” ungkap Amri, Kamis (9/1).

Meski total sapi yang dirawat sudah berkurang sangat drastis, Amri mengaku bahwa dua sapi itu pun tak kunjung laku dijual.

“Sekarang saya hanya merawat dua ekor sapi ini tidak laku-laku terbeli. Sudah tidak ada pembeli, juga tidak ada lagi yang menghubungi saya untuk membeli sapi-sapi saya ini,” keluh Amri.

Pria yang telah lama berkecimpung di perdagangan sapi itu pun mengaku heran dengan kembali merebaknya kasus PMK.

“Mudah-mudahan virus PMK yang naik lagi ini angkanya tidak sampai saat masa-masa Idul Adha nanti,” harap dia.

Di samping itu, dituturkannya bahwa selain jumlah pembeli yang turun, virus PMK yang angka aktifnya terus naik itu juga berdampak pada turunnya harga jual hewan ternak sapi.

Baca Juga:  Kabupaten Semarang Surplus Beras 30.575 Ton di 2025, Dukung Swasembada Pangan Nasional

“Sebelumnya saya bisa menjual sapi-sapi saya ini di harga rata-rata Rp 17 juta per ekornya. Sekarang, setelah PMK ada lagi, ini (harga sapi) jadi turun di harga Rp 15 juta per ekor. Turunnya sampai Rp 2 juta sendiri,” paparnya.

Kendati demikian, Amri tetap berupaya untuk menjaga dua ekor sapi yang dimilikinya selalu dalam kondisi sehat.

“Saya terus berusaha menjaga dan merawat sapi-sapi saya ini supaya tetap sehat kondisinya, dan terhindar dari PMK ini. Biasanya selain membersihkan kandangnya, saya juga rutin memberinya vitamin dan obat-obatan,” tutur Amri.

Sebelumnya, jika merujuk pada data milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, sejak 1-7 Januari 2025 sudah ada 88 ekor ruminansia di Kabupaten Semarang yang terjangkit PMK.

Dari jumlah itu, enam ekor sapi dinyatakan sembuh, dua ekor mati, dan sisanya masih dalam tahap penyembuhan dengan metode pengobatan yang diberikan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang.

Sementara itu, dijumpai terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jawa Tengah (Jateng), Hariyanta Nugraha menyebut, bahwa dalam kasus PMK di Jawa Tengah, Kabupaten Semarang menjadi salah satu wilayah yang kondisinya masih terkendali.

“Kabupaten Semarang ada 88 ekor hingga per 7 Januari 2025 kemarin. Artinya masih dalam taraf kondisinya itu relatif terkendali, artinya masih baik-baik saja,” ungkapnya.

Menurutnya hal itu dikarenakan pada umumnya kasus PMK di Kabupaten Semarang hanya terjadi di satu hingga dua buah perusahaan. Sebab mereka mendatangkan sapi dari luar daerah yang kesehatannya tidak terjamin.

Baca Juga:  Penumpang Bandara Ahmad Yani Semarang Tembus 2,36 Juta Sepanjang 2025

Lalu, Hariyanta mengimbuhkan, di Jawa Tengah sendiri hingga 7 Januari 2025, total ada 2.387 ekor sapi yang suspect terkena PMK, dari total kurang lebihnya 1,3 juta sapi potong dan sapi perah se-Jawa Tengah.

“Dan ada 25 ekor sapi yang mengalami kesembuhan, dipotong 20 ekor, lalu yang mati ada 56 ekor. Dan sisa kasus PMK yang masih dalam penanganan itu ada 2.286 ekor yang tersebar di 25 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, yang meliputi 207 kecamatan dan 496 desa/kelurahan dari sekitar 8.500 desa/kelurahan se-Jawa Tengah,” beber dia.

Kabupaten Blora menjadi wilayah yang total kasus PMK-nya paling tinggi, yakni 372 ekor. “Kemudian disusul dari Kabupaten Sragen dengan kasus PMK mencapai 307 ekor, di Sragen ini kasus kematiannya juga termasuk tertinggi di Jawa Tengah,” imbuh dia.

Sebagai upaya pencegahan, pihaknya pun telah menutup pasar hewan. Salah satunya di Kabupaten Wonogiri. Pasar itu ditutup pada 6-9 Januari 2025.

“Dan kebijakan soal penutupan pasar hewan ini kami serahkan pada pengelola masing-masing kabupaten/kota yang ada di Jateng karena mereka memiliki langkah-langkah strategis masing-masing,” pungkasnya. (Hesty Imaniar | Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita SemarangPMKsemarang hari ini

Related Posts

Keberhasilan e-parkir di Pasar Sido Makmur mendorong Pemkab Blora menerapkan parkir elektronik di tiga pasar lagi demi meningkatkan PAD hingga Rp10 miliar.
Blora

Sukses di Pasar Sido Makmur, Pemkab Blora Siap Terapkan E-Parkir di 3 Pasar Lagi

9 Januari 2026
Angin kencang menerjang Kecamatan Sidomukti, Salatiga, merusak 10 rumah warga dan 3 warung semi permanen.
Salatiga

Angin Kencang Terjang Sidomukti Salatiga, 10 Rumah dan 3 Warung Rusak

9 Januari 2026
Tagihan listrik sarpras jalan di Blora tembus Rp8,5 miliar sepanjang 2025, efisiensi Pemkab Blora berhasil menghemat anggaran hingga Rp30 juta.
Blora

Tagihan Listrik Sarpras Jalan di Blora Tembus Rp8,5 Miliar, Efisiensi Berhasil Hemat Rp30 Juta

9 Januari 2026
Aksi unik warga adopsi 500 bibit pohon jambu untuk menghijaukan lereng Gunung Merbabu di Getasan, Kabupaten Semarang, demi menjaga kawasan tangkapan air.
Semarang

Unik, Warga Adopsi 500 Bibit Pohon Jambu untuk Hijaukan Lereng Gunung Merbabu

9 Januari 2026
Load More
Next Post
Bupati Grobogan terpilih Setyo Hadi menerima berkas berita acara penetapan dirinya dan Sugeng Prasetyo sebagai Bupati dan Wakil Bupati Grobogan terpilih periode 2025-2030. (Eko Wicaksono | Harianmuria.com)

Akhirnya Hadi-Sugeng Sah Jadi Bupati-Wakil Bupati Grobogan Terpilih

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS