REMBANG, Harianmuria.com – Komitmen perbaikan jalan di Kabupaten Rembang terus dijalankan. Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) Rembang kembali memprioritaskan sejumlah ruas jalan, dengan fokus utama pada Tireman–Japerejo.
Kepala Bidang Bina Marga DPU Taru Rembang, Nugroho, menyampaikan bahwa tambahan anggaran sekitar Rp10 miliar dalam APBD Perubahan 2025 akan difokuskan untuk pemeliharaan rutin di ruas tersebut, kecuali jika ada titik lain yang lebih mendesak.
“Kalau dari kebijakan Pak Bupati, yang prioritas ruas Tireman–Japerejo. Porsinya mungkin lebih besar dibanding ruas lain, asalkan tidak mengganggu penanganan jalan lain,” jelas Nugroho.
Perbaikan Berdasarkan Survei dan Usulan Masyarakat
Menurut Nugroho, penentuan prioritas perbaikan jalan dilakukan melalui survei lapangan dan masukan masyarakat. Faktor lalu lintas dan kebutuhan pengguna jalan menjadi pertimbangan utama.
“Walaupun kami ingin menjangkau semua kecamatan, untuk ruas yang kerusakannya lebih dominan, kami fokus dulu di sana,” tambahnya.
Selain itu, DPU Taru menyiapkan 23 titik perbaikan melalui pengadaan langsung yang saat ini masih dalam tahap perencanaan bersama konsultan sebelum konstruksi dimulai.
Paket Pengerjaan Jalan Lain di APBD Induk 2025
Sementara itu, dari APBD Induk 2025 sudah tercatat empat paket pengerjaan jalan. Keempat ruas tersebut yakni Landoh–Kerep, Sendangagung–Segoromulyo, Mrayun–Ngajaran–Tahunan, serta Punggurharjo–Wuwur–Johogunung.
Dengan adanya paket tambahan di APBD Perubahan, DPU Taru berharap dapat meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan transportasi di berbagai kecamatan.
Masyarakat Bisa Usul Lewat Medsos
Nugroho menambahkan, aspirasi masyarakat tidak harus selalu melalui surat resmi. Keluhan atau usulan melalui media sosial juga akan diperhatikan.
“Ada beberapa video terakhir dari Sambian, misalnya. Itu langsung kami tindaklanjuti. Kami tidak kaku harus bersurat, media sosial justru lebih cepat,” pungkasnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










