SALATIGA, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menghadapi tantangan serius dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 akibat berkurangnya dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Meski demikian, Pemkot menegaskan tetap memprioritaskan program strategis untuk menjaga konsistensi pembangunan sesuai dokumen perencanaan seperti RKP, RPJMD, dan RKPD.
Fokus pada Program Strategis 2026
Wali Kota Robby Hernawan menyatakan, penurunan dana transfer menyebabkan keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Namun, Pemkot tetap menjaga konsistensi pembangunan.
“Kita tetap memberikan perhatian pada penanganan stunting, penanggulangan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan,” tegas Robby dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Salatiga terkait penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS, Kamis, 6 November 2025.
Robby menekankan bahwa kondisi fiskal yang tertekan menuntut perencanaan anggaran yang lebih selektif. Program harus diarahkan pada inisiatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menyebut empat prioritas pembangunan 2026, yaitu peningkatan ketahanan pangan, peningkatan ketahanan energi, peningkatan pelayanan sosial dan peningkatan pengelolaan potensi perekonomian.
Optimalkan Penajaman Program
Untuk memastikan program berjalan optimal, Robby meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyusun Rencana Kerja Anggaran (RKA) secara cermat, mengacu pada PPAS dan konsisten dengan RPJMD serta RKPD 2026.
“Di tengah penurunan dana transfer, strategi penajaman program akan menjadi kunci agar pelayanan publik tetap optimal,” ujar Robby.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki











