DEMAK, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak terus mempercepat peningkatan infrastruktur drainase untuk menekan risiko banjir yang kerap melanda wilayah perkotaan.
Tahun ini, Pemkab mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,5 miliar untuk memperbaiki sejumlah saluran drainase prioritas.
7 Titik Drainase Jadi Prioritas Penanganan
Kabid Tata Ruang dan Pertanahan Dinputaru Demak, Naning Prihatiningrum, menjelaskan bahwa terdapat tujuh titik drainase besar yang menjadi fokus pekerjaan.
Lokasi tersebut mencakup kawasan Makam Pahlawan hingga Kalicilik, Bhayangkara, Sultan Fatah, serta beberapa titik lain yang tersebar di pusat kota.
“Drainase lama yang sudah tidak berfungsi kita perbaiki agar kembali bisa dimanfaatkan. Misalnya saluran yang mampet atau tertutup bangunan dan jalan, itu kita normalkan kembali,” jelas Naning.
Menurutnya, sebagian besar jalur drainase sebenarnya sudah ada, tetapi fungsinya menurun akibat penyumbatan maupun perubahan bangunan di sekitarnya.
Saluran Tidak Berfungsi Pemicu Banjir
Naning menuturkan, banjir di kawasan perkotaan Demak kerap terjadi karena daya tampung saluran yang kecil, adanya aliran terputus, atau saluran yang tidak mampu menahan debit air tinggi.
“Ketika saluran tidak berfungsi atau kapasitasnya kecil, otomatis air tidak bisa tertampung. Begitu juga jika salurannya putus, air tidak dapat mengalir dengan baik,” ungkapnya.
Berdasarkan pemetaan Dinputaru, titik genangan yang terjadi beberapa waktu terakhir berkorelasi dengan kondisi saluran yang tidak optimal.
Ditarget Rampung Akhir Tahun
Pemkab menargetkan seluruh pekerjaan rehabilitasi drainase dapat rampung pada akhir tahun. Program ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah daerah dalam pengendalian banjir yang belakangan sering muncul di beberapa titik.
“Tujuan utamanya tentu untuk pengendalian banjir, karena akhir-akhir ini Demak Kota sering mengalami genangan dan salah satu penyebabnya adalah aliran drainase yang kurang berfungsi,” ujar Naning.
Dukung Penataan Kota dan Estetika
Selain untuk mengurangi banjir, perbaikan drainase juga diharapkan mendukung penataan kota. Dengan saluran yang lebih tertata dan diperkuat talud, kualitas jalan meningkat, lingkungan lebih rapi, dan kebersihan lebih mudah dijaga.
“Secara estetika, masyarakat juga akan lebih terbantu dalam menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










