BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berhasil meraup pendapatan hingga Rp402,27 miliar dari hasil dividen saham di berbagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam kurun waktu lima tahun terakhir, yakni periode 2020 hingga 2024.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Blora, Pujiariyanto, menjelaskan bahwa Pemkab Blora memiliki saham di tujuh BUMD yang bergerak di sektor perbankan, sumber daya alam, hingga penyediaan air bersih.
“Dividen dari saham Pemkab Blora di tujuh BUMD mencapai Rp402 miliar dalam lima tahun. Rata-rata kami menerima sekitar Rp80 miliar per tahun,” jelasnya.
Menurut Pujiariyanto, kepemilikan saham tersebar di tingkat kabupaten maupun provinsi. Untuk sektor perbankan, Pemkab Blora memiliki saham sebesar 2,2 persen di Bank Jateng dan 49 persen di Bank BPR BKK, sementara sisanya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).
Adapun BUMD yang seluruhnya dimiliki 100 persen oleh Pemkab Blora adalah Bank Blora Arta, PDAM Tirta Amerta, Blora Wirausaha, dan Blora Patra Energi. Blora Patragas Hulu (BPH) dimiliki 99,9 persen oleh Pemkab dan 0,1 persen oleh koperasi Karya Sejahtera.
“Kami juga telah menginvestasikan modal sekitar Rp94,35 miliar ke BUMD tersebut. Dividen menjadi hak Pemkab sebagai hasil dari penyertaan modal,” imbuhnya.
Investasi saham ini menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang potensial dan berkelanjutan. Dividen dari BUMD dapat memperkuat kas daerah tanpa membebani APBD secara langsung.
(EKO WICAKSONO – Harianmuria.com)










