BLORA, Harianmuria.com – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Blora terus melakukan pemadaman listrik di kawasan terdampak ledakan dan kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora.
Pemadaman listrik itu telah berlangsung sejak Minggu siang, 17 Agustus 2025, tak lama setelah kobaran api membesar dan menyambar rumah warga.
Manajer PLN ULP Blora, Wardoyo, menyampaikan bahwa pemadaman dilakukan sebagai langkah pengamanan guna mencegah korsleting dan potensi percikan listrik yang dapat memperparah kebakaran.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Pemadaman ini penting agar tidak ada arus listrik yang memicu kebakaran meluas,” jelas Wardoyo, Kamis, 21 Agustus 2025.
30 Pelanggan Masih Terdampak Pemadaman
Wardoyo menambahkan bahwa saat ini tinggal satu unit trafo yang masih dipadamkan, dengan jumlah pelanggan terdampak sekitar 30 rumah. Sebelumnya, dua trafo dimatikan dengan dampak pada sekitar 65 pelanggan.
“Petugas kami melakukan mitigasi dengan memotong jumper tegangan menengah (TM). Alhamdulillah, gangguan bisa diminimalisir,” ujarnya.
Pemulihan listrik akan dilakukan secara bertahap dan baru akan dinyalakan kembali setelah kondisi dinyatakan aman oleh tim pemadam kebakaran serta aparat keamanan yang bertugas di lapangan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Tapi ini langkah penting demi keamanan bersama,” imbuhnya.
Api Belum Padam, Ratusan Warga Masih Mengungsi
Hingga Kamis sore, 21 Agustus 2025, api di titik sumur minyak masih terlihat menyala. Tim pemadam kebakaran dibantu aparat gabungan terus berjibaku melakukan proses pendinginan dan pengamanan area.
Kebakaran tersebut mengakibatkan lima rumah warga rusak—baik ringan maupun berat—dan menyebabkan lebih dari 50 kepala keluarga (KK) atau sekitar 750 jiwa harus mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










