Jumat, Januari 9, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - News - Nelayan di Pati Enggan Jual Hasil Tangkapan di TPI

Nelayan di Pati Enggan Jual Hasil Tangkapan di TPI

raniamelia by raniamelia
13 November 2023 07:01
in News, Pati
0 0
Aktivitas pengangkut ikan hasil tangkapan nelayan Juwana di Cold Storage

Aktivitas pengangkut ikan hasil tangkapan nelayan Juwana di Cold Storage

Share on FacebookShare on WatsApp

PATI, HARIANMURIA.COM – Nelayan kecil yang ada di Kabupaten Pati lebih memilih untuk menjual hasil tangkapannya di pasar tradisional dibandingkan di Tempat Pengelolaan Ikan (TPI).

Sebagai kabupaten yang terletak di wilayah pantai utara (Pantura) Pati memiliki beberapa TPI yang manfaatkan nelayan untuk mengelola hasil tangkapannya. Salah satu TPI yang terbesar di Bumi Mina Tani ialah TPI Juwana. 

TPI tersebut ramai akan aktivitas para nelayan besar yang melakukan bongkar muat ikan setelah melaut di penjuru samudra Indonesia. Berbeda dengan nelayan kecil yang hasil tangkapannya lebih sedikit, kebanyakan mereka berada di luar TPI Juwana. 

“Di Pati ada 8, yang besar 2 di Juwana , yang sedang di Banyutowo, trus lainnya kecil seperti di Puncel, Alasdowo, Pecangaan, Margotuhu, sama di Sambiroto,” ujar ujar Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati Sujarta saat dikonfirmasi pada Jum’at, (10/11).

Hasil tangkapan nelayan kecil, lanjut dia, terkadang hanya mendapatkan 5 kg saja. Biasanya, mereka langsung membawa hasil tangkapannya ke rumah tanpa melalui TPI yang telah disediakan pemerintah. Mereka lebih memilih membawanya pulang kemudian dijual ke pasar terdekat.

“Dibawa pulang, setelah sampai ke rumah dijual ke pasar. Jadi di Sambiroto kan dekat pasar, jadi di ecerkan sendiri. Kadang tidak masuk data, sulit,” lanjutnya.

Sehingga, pihak TPI sering kali tidak dapat mendata hasil tangkapan yang diperoleh nelayan-nelayan kecil di Kabupaten Pati. Tentunya hal itu berpengaruh terhadap data hasil tangkapan nelayan yang direkap oleh DKP Pati.

Di Pati sendiri, terdapat 5 TPI yang digunakan oleh nelayan-nelayan kecil yang mengandalkan prau motor untuk mengarungi laut.

“Kita lewat TPI itu, akhirnya TPI yang kecil itu di bidang P2TPI itu sudah tidak dikelola, dikelola ya sepi tidak ada nelayan masuk. Cangaan, Margotuhu, Sambiroto, sama Alasdowo, itu yang sudah tidak dikelola,” tutur dia. 

Kondisi TPI yang jarang digunakan nelayan, mengakibatkan beberapa aktivitas TPI di Pati seperti di pelelangan yang ada di Alsdowo kurang produktif.

Penyebabnya, selain hasil tangkapan yang sedikit, juga dipengaruhi oleh hasil tangkapan yang membutuhkan proses cepat dalam proses pendistribusian dari nelayan ke konsumen.

“Tadi, dikelola pun kita sudah pasang tenaga, tidak ada nelayan masuk, ya tadi Alasdowo kan rajungan ya, rata-rata Rajungan setiap kapal masuk itu langsung masuk ke Box yang memasak itu. Karena kalau tidak langsung memasak itu nanti menyusut. Di daerah Sambiroto ada sebagian itu,” pungkasnya. (setyo-harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: JuwananelayanpatiTPI

Related Posts

Kisah inspiratif dua anak transmigran asal Jateng yang sukses menjadi Bupati Pringsewu dan Wakil Gubernur Lampung periode 2025–2030.
Seputar Jateng

2 Anak Transmigran Asal Jateng Sukses Jadi Bupati dan Wagub di Lampung

8 Januari 2026
Damkar Demak menangani 96 kasus kebakaran sepanjang 2025, kebakaran rumah mendominasi dengan korsleting listrik sebagai penyebab utama.
Demak

Damkar Demak Tangani 96 Kasus Kebakaran di 2025, Korsleting Listrik Pemicu Utama

8 Januari 2026
Mantan Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo menyerahkan lima buku Sejarah Akademi Teknologi Ronggolawe (ATR) ke Perpusda Blora sebagai upaya penguatan literasi daerah.
Blora

Mantan Bupati Blora Hibahkan 5 Buku Sejarah ATR ke Perpusda

8 Januari 2026
Polres Semarang menyetorkan 45,94 ton jagung hasil panen sepanjang 2025 ke Bulog sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Semarang

Polres Semarang Setor 45,94 Ton Jagung Hasil Panen ke Bulog Selama 2025

8 Januari 2026
Load More
Next Post
Penjabat (Pj) Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan. (Ihza Fajar/Harianmuria.com)

Banyak Kasus Anak di Bawah Umur Bawa Motor, Ini Imbauan Pj Bupati Kudus

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS