PATI, Harianmuria.com – Bupati Pati Sudewo meminta aparat penegak hukum (APH) untuk menindak tegas pelaku pengeroyokan yang menyebabkan seorang siswa SMKN 2 Pati meninggal dunia.
Sudewo menekankan pentingnya Kapolresta Pati menjalankan komitmen dalam menjaga keamanan dan kondusivitas di Kabupaten Pati. Ia meminta agar para pelaku pengeroyokan dihukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Tidak boleh terjadi lagi. Saya minta kepada Kapolresta untuk memproses hukum siapapun yang terlibat dan tidak berhenti di tengah jalan. Tidak ada toleransi, tegakkan hukum terhadap para pelaku tawuran,” tegas Sudewo, Rabu (14/5/2025).
Baca juga: 4 Hari Kritis di RS, Siswa SMK Korban Tawuran di Pati Meninggal Dunia
Lebih lanjut, Sudewo berencana memanggil kepala sekolah SMKN 2 Pati dan SMK Tunas Harapan untuk pembinaan. Ia menyatakan telah berkomunikasi dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah guna mengatasi permasalahan ini.
“Nanti akan saya undang semuanya. Niat kami membenahi pendidikan, membentuk karakter yang baik, justru ternodai dengan tawuran yang sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Baca juga: Polresta Pati Amankan 6 Terduga Pelaku Tawuran Pelajar
Sudewo juga menyampaikan penyesalannya atas aksi tawuran antar-SMK yang terjadi di Jalan Pati-Gembong, Desa Sidomukti, Kecamatan Margorejo, pada Jumat (9/5/2025) lalu. Menurutnya, insiden tersebut mencoreng citra pendidikan di Kabupaten Pati.
“Saya sangat menyayangkan, anak muda, nyawa melayang sia-sia. Bukan untuk bangsa, tetapi melayang sia-sia. Ini sangat disayangkan,” ungkapnya.
(SETYO NUGROHO – Harianmuria.com)










