SALATIGA, Harianmuria.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang kini menunjukkan progres signifikan, terutama dalam inventarisasi lahan dan pengembangan infrastruktur.
Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri acara sharing session Program Koperasi Merah Putih di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Selasa, 2 Desember 2025.
Inventarisasi Lahan Capai 34 Ribu Bidang
Ferry mengungkapkan bahwa jumlah lahan yang telah masuk ke dalam Sistem Informasi Koperasi Desa mencapai 34.000 bidang. Dari jumlah tersebut, sekitar 17.000–18.000 bidang tengah dibangun, sementara 27.000–28.000 bidang sudah berada dalam tahap persiapan.
“Totalnya sudah 27 ribuan. Saya yakin Desember nanti bisa dua kali lipat, baik data tanah maupun lokasi yang dibangun,” ujarnya optimistis.
Target Rampung Maret–April 2025
Menkop mengincar penyelesaian seluruh proses inventarisasi lahan, pembangunan fasilitas, hingga penataan ekosistem bisnis koperasi pada Maret atau April 2025. Ia menekankan bahwa percepatan ini penting agar manfaat koperasi segera dirasakan masyarakat desa.
Kampus Didorong Perkuat Model Bisnis
Ferry menilai penyempurnaan model bisnis koperasi membutuhkan dukungan banyak pihak, terutama dari kalangan kampus. Menurutnya, perguruan tinggi dapat memperkuat perencanaan, inovasi, hingga digitalisasi koperasi desa.
“Koperasi ini adalah entitas bisnis yang harus untung dan memberi manfaat luas. Kampus diperlukan untuk menyempurnakan model pengembangan bisnisnya,” terangnya.
Menkop juga mengingatkan agar pengembangan sistem digital tidak melaju terlalu cepat dibandingkan sektor riil. Sinkronisasi antara keduanya menurutnya harus berjalan seiring.
“Digitalnya jangan terlalu maju kalau aktivitas bisnisnya belum berjalan. Harus seiring,” tegasnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki











