JEPARA, Harianmuria.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menghadirkan layanan yang lebih inklusif dengan melibatkan penyandang disabilitas dalam operasionalnya.
Saat ini, dua penyandang disabilitas telah bergabung sebagai relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka adalah M. Syarifuddin Yahya, penyandang tuna rungu yang bertugas di SPPG Jlegong, Keling, serta Sutriyono, penyandang cerebral palsy yang beraktivitas di SPPG Mayonglor 1, Mayong.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo (Mas Wiwit) menilai keterlibatan penyandang disabilitas perlu diperluas dalam layanan publik, termasuk di program MBG. Selain membuka ruang kerja, mereka juga menjadi bagian dari penerima manfaat.
“Saat ini, program tersebut telah diberikan kepada 468 siswa SLB Senenan dari jenjang SD hingga SMA,” katanya saat meresmikan SPPG Yayasan Raudlatul Ulum Kajen di Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Selasa, 2 Desember 2025.
Penerima Manfaat MBG Capai 190.442 Orang
SPPG Yayasan Raudlatul Ulum Kajen menjadi unit pelayanan ke-62 di Kabupaten Jepara. Dapur MBG ini melayani 3.433 penerima manfaat dari Desa Cepogo, Bucu, dan Sumanding.
“Dengan beroperasinya SPPG baru ini, jumlah penerima manfaat MBG di Jepara meningkat signifikan. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional Perwakilan Jepara, total penerima mencapai 190.442 orang,” kata Mas Wiwit.
Total penerima manfaat MBG di Kabupaten Jepara itu terdiri dari 1.131 ibu menyusui, 624 ibu hamil, 2.564 balita, 31.168 anak usia TK dan PAUD, dan 156.710 siswa jenjang SD hingga SMA.
Pengawasan Distribusi Pangan Diperketat
Ketua Satgas Percepatan Program MBG Jepara, M. Ibnu Hajar (Gus Hajar), mengapresiasi dukungan Yayasan Raudlatul Ulum Kajen dalam memperkuat upaya peningkatan gizi masyarakat.
Gus Hajar menegaskan bahwa proses distribusi pangan harus dilakukan secara transparan, higienis, dan tepat sasaran.
“Kami menerima banyak masukan dari masyarakat. Proses pemorsian dan pendistribusian harus dijaga agar benar-benar sesuai standar,” katanya.

Kepala SPPG Bucu, Galuh Intan Hapsari, menambahkan bahwa pihaknya siap memastikan layanan berjalan efektif untuk memenuhi kebutuhan gizi ribuan penerima manfaat.
Dengan hadirnya SPPG baru ini, Pemkab Jepara berharap program MBG tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan pendidikan, tetapi juga mendorong inklusi sosial serta membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas di sektor pelayanan publik.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










