BLORA, Harianmuria.com – Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora mencatat lonjakan signifikan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) selama dua pekan di bulan September 2025. Sebanyak 20 ekor hewan ternak terinfeksi, dengan sebaran tertinggi di Kecamatan Jepon.
Agustus Nol Kasus, September Melonjak
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DP4 Blora, drh. Rasmiyana, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus ini terjadi setelah pada Agustus 2025 sempat mencatat nol kasus PMK.
“Bulan sebelumnya kasus cenderung landai, dan bahkan kita sempat beberapa minggu tidak ada laporan kasus dari teman-teman di lapangan, Agustus nol kasus PMK,” jelasnya, Selasa, 23 September 2025.
Jepon Jadi Wilayah Terbanyak Kasus PMK
Dari total 20 kasus yang terdeteksi, Kecamatan Jepon menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, disusul oleh Kecamatan Jiken dan Randublatung.
“Semua kasus sudah ditindaklanjuti pengobatan, edukasi pada masyarakat untuk penanganan PMK agar ternak-ternak yang terjangkit bisa terselamatkan,” tambah Rasmiyana.
Faktor Cuaca dan Lalu Lintas Ternak Jadi Pemicu
Ia menjelaskan bahwa cuaca lembap dan tingginya curah hujan menjadi salah satu faktor penyebab berkembangnya virus PMK.
“Cuaca seperti ini sangat mendukung perkembangan virus. Selain itu, lalu lintas ternak dari pasar hewan, baik antar-kabupaten maupun antar-provinsi, juga perlu diwaspadai,” tegasnya.
Vaksinasi dan Pemeriksaan Ketat di Pasar Hewan
Untuk menekan penyebaran virus PMK, DP4 Blora menggiatkan program vaksinasi ternak sehat serta pemeriksaan ketat di pasar hewan.
“Ternak yang akan masuk pasar diperiksa lebih dulu. Hanya ternak sehat yang diizinkan masuk,” tegasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










