KUDUS, Harianmuria.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus mendorong percepatan masa tanam padi untuk memaksimalkan hasil produksi pada masa tanam (MT) 1. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dispertan Kudus, Agus Setiawan, menyatakan strategi percepatan tanam telah dimulai Oktober 2024.
“Biasanya daerah seperti Dawe dan Gebog baru mulai tanam pada Desember. Namun, kali ini kami dorong untuk memulai sejak Oktober. Tujuannya agar dapat menghindari masa genangan puncak hujan di Februari dan memanfaatkan air buangan secara optimal,” jelas Agus, Kamis, 5 Desember 2024.
Dispertan menargetkan total luas tanam pada MT 1 mencapai 10.381 hektar, dengan rincian 1.853 hektar pada Oktober, 6.366 hektar pada November, dan 2.082 hektar pada Desember. Target hasil panen juga ditingkatkan menjadi 6,5 ton per hektar dari rata-rata 6 ton per hektar tahun lalu.
“Target ini didorong agar produksi tetap optimal meski tahun lalu sempat terdampak El Nino. Kami berupaya meningkatkan luasan tanam dan produktivitas pada tahun ini,” tambahnya.
Selain itu, Agus menyebutkan rencana penambahan lahan potensial untuk mendukung produktivitas. Sebanyak 2.600 hektar lahan baru tersebar di enam kecamatan, yaitu Kaliwungu, Undaan, Mejobo, Gebog, Jati, dan Jekulo. Mejobo dan Jekulo menjadi wilayah dengan penambahan lahan terbesar.
“Penambahan lahan ini disertai fasilitas seperti bantuan pompa air untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan. Gebog, meski kecil dengan hanya 55 hektar tambahan, tetap kami perhatikan,” ujarnya.
Dispertan juga merencanakan masa tanam MT 2 dimulai Maret 2025, dengan persiapan dilakukan sejak September dan Oktober. Agus optimistis strategi ini mampu mengatasi tantangan cuaca dan meningkatkan ketahanan pangan di Kudus.
“Percepatan ini juga diharapkan mendorong stabilitas harga pangan serta kesejahteraan petani,” tutupnya.(Lingkar Network | Mohammad Fahtur Rohman – Harianmuria.com)










