KENDAL, Harianmuria.com – Kisah memilukan dua kakak beradik asal Desa Bebengan, Boja, Kendal, menyita perhatian publik. Putri Setia Gita Pratiwi (23) dan Intan Ayu Sulistyowati (18) terpaksa bertahan hidup selama 28 hari hanya dengan air putih sejak ibu mereka sakit hingga meninggal.
Kedua kakak beradik itu ditemukan warga tidur bersama jenazah sang ibu selama dua pekan dalam kondisi lemas di dalam rumahnya Sabtu, 1 November 2025 lalu. Warga mendobrak pintu rumah setelah mencium bau tak sedap.
Menurut Kepala Desa Bebengan, Wastoni, kejadian tersebut diketahui warga lantaran curiga rumah keluarga itu selalu tertutup dan tercium bau busuk.
“Setelah pintu didobrak, warga menemukan ibu mereka, Setyaningsih sudah meninggal dunia lebih dari dua pekan. Kemudian kedua kakak beradik itu langsung dievakuasi ke rumah sakit,” ungkapnya.
Bupati Kendal Turun Tangan
Mengetahui kisah tersebut, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari langsung menunjukkan kepeduliannya dengan menjenguk Putri dan Intan di rumah sakit. Ia mengaku sangat prihatin atas kondisi keduanya dan segera memerintahkan Dinas Sosial (Dinsos) untuk mengurus BPJS Kesehatan mereka.
“Saya sangat prihatin. Tidak boleh ada anak telantar di Kendal. BPJS mereka sebelumnya mandiri, dan kini sudah kami daftarkan melalui pemerintah. Alhamdulillah sudah aktif dan bisa digunakan untuk perawatan,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Tika juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah untuk penanganan lanjutan bagi kedua kakak beradik tersebut.
“Sementara mereka akan ditempatkan di Panti Margi Utomo Tembalang, agar bisa dididik dan diberi pelatihan keterampilan. Pemkab akan terus melakukan pendampingan dan membantu hingga mereka mandiri,” tambahnya.
Bupati juga berpesan kepada pemerintah desa setempat untuk lebih aktif dalam mengawasi kondisi sosial warganya agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya sudah berpesan kepada kepala desa agar memberikan perhatian lebih, terutama bagi warga yang menutup diri. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” tegasnya.
Anak Menuruti Pesan Ibunya
Sementara itu, Putri, sang kakak, menceritakan alasan terpaksa bertahan hidup dengan hanya minum air putih dan tidak keluar rumah lantaran teringat pesan ibunya agar tidak merepotkan orang lain.
“Ibu pesan nggak boleh minta tolong ke tetangga. Aku nurut sama ibu,” ucap Putri lirih.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










