Sabtu, Januari 10, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - News - Dari Kampung Gali Menuju Kampung Santri: Transformasi Wajah Bandarharjo Semarang

Dari Kampung Gali Menuju Kampung Santri: Transformasi Wajah Bandarharjo Semarang

Basuki by Basuki
22 Oktober 2025 16:12
in News, Semarang, Seputar Jateng, Umum
0 0
Bandarharjo, yang dulu dikenal sebagai “kampung gali”, kini bertransformasi menjadi “kampung santri”.

Warga Kelurahan Bandarharjo Semarang saat mengikuti pengajian di kampung mereka beberapa waktu lalu. (Dok. warga/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

SEMARANG, Harianmuria.com – Selama puluhan tahun, Bandarharjo, sebuah kelurahan di Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, dikenal dengan citra kelam sebagai ‘kampung gali’ – kawasan yang lekat dengan kriminalitas dan premanisme.

Namun, di balik stigma itu, kini perlahan muncul wajah baru Bandarharjo yang lebih religius dan damai. Warga dan tokoh masyarakat bersama-sama berupaya mengubah citra kampung menjadi ‘Kampung Santri’, simbol kebangkitan moral dan sosial masyarakatnya.

Jejak Kelam ‘Kampung Gali’ di Masa Lalu

Menurut Rifai Sutikno, tokoh masyarakat sekaligus saksi sejarah Bandarharjo, reputasi buruk itu memiliki akar panjang sejak tahun 1960-an.

“Dulu banyak pendatang bekerja di pelabuhan, sebagian hidup serabutan. Di sini juga ada Rumah Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) untuk menampung gelandangan, bahkan preman,” ujarnya.

Banyak pelaku kejahatan yang tertangkap polisi mengaku berasal dari Bandarharjo. Situasi ini diperparah dengan munculnya slogan menantang, ‘Jalma Mara Jalma Mati’ (Berani datang, berani mati), yang makin mengukuhkan citra keras kawasan tersebut.

Akumulasi perilaku kriminal membuat Bandarharjo dikenal sebagai kawasan hitam. “Pada 1983–1985 banyak warga jadi sasaran operasi Petrus (Penembak Misterius). Namun, dari situ juga banyak yang bertaubat,” kenang Sutikno.

Baca Juga:  Serapan Bantuan Operasional RT dan RW di Kota Semarang Tembus 95 Persen

Dari Stigma Gelap Menuju Jalan Terang

Citra negatif yang melekat berdampak besar bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga. “Banyak yang ditolak kerja, bahkan urusan jodoh pun sulit hanya karena asal dari Bandarharjo,” katanya.

Keresahan itu mendorong tokoh agama dan masyarakat untuk bergerak. Muncullah slogan “Dari Kampung Gali Menuju Kampung Santri”, yang pertama kali digaungkan oleh Lurah Suparmin pada era 1970-an.

Makna “santri” dalam slogan ini bukan semata santri pesantren, melainkan orang yang hidup sesuai nilai-nilai agama dan moral.

“Mulai dibangun masjid, musala, TPQ, dan pengajian rutin. Sekarang setiap malam ada kegiatan mengaji di musala dan masjid,” ujar Sutikno.

Perubahan Nyata di Bandarharjo

Transformasi Bandarharjo tidak hanya terlihat dari perubahan perilaku sosial, tetapi juga pembangunan fisik yang lebih tertata. “Dulu jalan becek, gelap, sering banjir. Sekarang sudah terang dan rapi karena dibangun pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Heboh Pria Bersimbah Darah di Jalan Petek Semarang, Polisi Pastikan Bukan Aksi Pengeroyokan

Perubahan ini membuat pelaku kriminal menurun drastis. “Dulu kalau ada orang meninggal, malah dipakai judi dan mabuk. Sekarang diganti pengajian. Dari mabuk ke ngaji, itu perubahan besar,” tegas Sutikno.

Tantangan Baru dan Harapan ke Depan

Walaupun begitu, lanjut Sutikno, Kelurahan Bandarharjo masih memiliki beberapa PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan.

“Saat ini kan mulai lagi marak tawuran dan kenakalan remaja. Nah, ini tugas bersama untuk menyelesaikan, tentunya ini harus saling gotong royong,” katanya.

Dalam semangat Hari Santri 2025, Sutikno mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat perubahan itu.

“Melalui semangat Hari Santri, mari kita gaungkan lagi ‘Dari Kampung Gali Menuju Kampung Santri’. Semoga Bandarharjo menjadi kampung yang aman, religius, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.

Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: bandarharjo semarangBerita SemarangHari Santri 2025kampung galikampung santripetrussemarang hari initransformasi bandarharjo

Related Posts

Keberhasilan e-parkir di Pasar Sido Makmur mendorong Pemkab Blora menerapkan parkir elektronik di tiga pasar lagi demi meningkatkan PAD hingga Rp10 miliar.
Blora

Sukses di Pasar Sido Makmur, Pemkab Blora Siap Terapkan E-Parkir di 3 Pasar Lagi

9 Januari 2026
Angin kencang menerjang Kecamatan Sidomukti, Salatiga, merusak 10 rumah warga dan 3 warung semi permanen.
Salatiga

Angin Kencang Terjang Sidomukti Salatiga, 10 Rumah dan 3 Warung Rusak

9 Januari 2026
Tagihan listrik sarpras jalan di Blora tembus Rp8,5 miliar sepanjang 2025, efisiensi Pemkab Blora berhasil menghemat anggaran hingga Rp30 juta.
Blora

Tagihan Listrik Sarpras Jalan di Blora Tembus Rp8,5 Miliar, Efisiensi Berhasil Hemat Rp30 Juta

9 Januari 2026
Aksi unik warga adopsi 500 bibit pohon jambu untuk menghijaukan lereng Gunung Merbabu di Getasan, Kabupaten Semarang, demi menjaga kawasan tangkapan air.
Semarang

Unik, Warga Adopsi 500 Bibit Pohon Jambu untuk Hijaukan Lereng Gunung Merbabu

9 Januari 2026
Load More
Next Post
8.499 buruh tani tembakau dan cengkeh di Rembang menerima BLT DBHCHT 2025 senilai Rp1,2 juta.

8.499 Buruh Tani Tembakau dan Cengkeh di Rembang Terima BLT DBHCHT 2025

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS