JEPARA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Jepara terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dengan membentuk 7 Desa Tangguh Bencana (Destana). Inisiatif ini diharapkan mampu mengurangi risiko kerugian dan korban akibat bencana alam di wilayah Jepara.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah terbentuk tujuh Destana, yaitu Desa Tempur (Kecamatan Keling), Desa Gerdu dan Desa Karangrandu (Kecamatan Pecangaan), Desa Batukali (Kecamatan Kalinyamatan), Desa Bungu (Kecamatan Mayong), Desa Damarwulan (Kecamatan Keling), serta Desa Welahan (Kecamatan Welahan).
“Destana berperan penting dalam mendukung penanganan bencana, terutama karena jumlah petugas BPBD yang terbatas. Dengan adanya Destana, kerugian dan korban akibat bencana bisa diminimalkan,” ujar Arwin, Senin, 28 Juli 2025.
Peran Strategis Destana
Destana merupakan desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana serta memulihkan diri dengan cepat dari dampak bencana. Program ini bertujuan melindungi masyarakat di kawasan rawan bencana dan meningkatkan kapasitas warga dalam pengelolaan risiko.
BPBD Dorong Sinergi Mitigasi Bencana
Arwin menambahkan, pembentukan Destana juga mendorong peran aktif masyarakat, terutama kelompok rentan, serta memperkuat kelembagaan dan kearifan lokal dalam pengurangan risiko bencana. Selain itu, Destana meningkatkan kerja sama antara pemerintah daerah, sektor swasta, perguruan tinggi, LSM, dan komunitas peduli bencana.
“Destana adalah panduan membangun ketangguhan masyarakat desa dalam menghadapi bencana dengan prinsip berbasis pengurangan risiko, inklusif, dan partisipatif,” jelasnya.
Dengan program ini, Pemkab Jepara berharap masyarakat makin siap menghadapi ancaman bencana alam dan mampu meminimalkan dampak kerugian serta korban jiwa.
Sumber: Lingkar News
Editor: Basuki










