KUDUS, Harianmuria.com – Uji coba fungsional Jembatan Karangsambung di Desa Besito, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus resmi dimulai pada Senin siang, 21 Juli 2025. Jembatan baru yang kini memiliki dua jalur ini diharapkan menjadi akses strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Konstruksi jembatan yang dikerjakan sejak 5 Desember 2024 ini telah mencapai progres 99,34 persen, dengan deviasi positif 1,57 persen pada pekan ke-35 pelaksanaan. Uji coba ini menjadi penanda bahwa jembatan sudah bisa digunakan secara terbatas untuk kendaraan dua arah.
Jembatan Lebih Lebar, Akses Lebih Lancar
Jembatan Karangsambung dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang memiliki lebar hanya 2,5 meter. Kini, struktur jembatan baru ditingkatkan dengan dua bentang masing-masing sepanjang 30 meter dan 50 meter, serta lebar 7,5 meter, memungkinkan akses kendaraan dua jalur.
“Dulunya ini hanya satu jalur. Alhamdulillah sekarang sudah bisa dilalui dua arah. Ini sangat mendukung kelancaran antarwilayah,” ujar Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat meresmikan uji coba fungsional jembatan tersebut.
Ia menambahkan, jembatan ini ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Selain meningkatkan konektivitas, pemerintah daerah akan mengembangkan area sekitar jembatan menjadi pusat kegiatan ekonomi warga.
“Ke depan akan dibuat kafe-kafe, ruang publik, dan aktivitas UMKM untuk menghidupkan ekonomi masyarakat,” kata Sam’ani.
Jembatan Karangsambung Juga Ruang Publik Baru
Lingkup pekerjaan proyek tidak hanya mencakup struktur jembatan utama, tetapi juga pengaspalan rigid beton di sisi timur dan barat sepanjang total 742 meter. Proyek ini dikerjakan dengan nilai kontrak Rp28,1 miliar dan masa pelaksanaan selama 240 hari, hingga 1 Agustus 2025.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.1 BBPJN Jateng-DIY, Iwan Susanto, menjelaskan bahwa proyek masih akan memasuki tahap pemulihan hingga serah terima pekerjaan (PHO) pada awal Agustus.
“Mohon masyarakat ikut menjaga kebersihan area sekitar. Jangan buang sampah sembarangan karena akan mengganggu fungsi air dan estetika,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Kudus pun berencana mengembangkan kawasan sekitar jembatan sebagai ruang publik dan destinasi wisata baru berbasis UMKM. Harapannya, infrastruktur ini tak hanya menjadi penghubung antardaerah, tetapi juga mendukung ekonomi kreatif dan kesejahteraan warga.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










