SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang belum dapat membuka Jembatan Kaca Tinjomoyo secara penuh.
Cuaca yang tidak menentu menjadi faktor utama pembatasan operasional demi menjaga keselamatan pengunjung.
Keselamatan Pengunjung Jadi Prioritas
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan bahwa seluruh fasilitas, prosedur operasional, hingga petugas sebenarnya sudah siap. Namun, pihaknya tidak ingin mengambil risiko di tengah intensitas hujan yang masih tinggi belakangan ini.
“Karena cuaca, operasional kami batasi. Secara keseluruhan jembatan sudah siap, SOP dan petugas pun sudah lengkap,” ujarnya, Senin, 8 Desember 2025.
Ia menegaskan bahwa sesuai SOP, jembatan kaca hanya boleh dibuka saat cuaca cerah, mengingat permukaan kaca menjadi sangat licin ketika basah. Oleh karena itu, pembatasan jam operasional dan evaluasi rutin dilakukan secara ketat.
“Kami membatasi dan mengevaluasi operasional, terutama ketika hujan turun. Selain itu, petugas juga terus kami latih demi keamanan pengunjung,” jelasnya.

Pembukaan Penuh Ditargetkan 2026
Menurutnya, jembatan kaca sebenarnya bisa dibuka setiap hari ketika cuaca cerah. Namun publikasi besar-besaran belum dilakukan karena situasi cuaca belum stabil.
“Pengunjung masih sedikit karena memang belum kami promosikan secara luas. Operasionalnya sangat bergantung pada cuaca. Insyaallah tahun 2026 jembatan kaca bisa berjalan penuh dan dibuka secara umum,” tuturnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










