JEPARA, Harianmuria.com – Realisasi investasi di Kabupaten Jepara pada triwulan II tahun 2025 mencapai angka fantastis, yakni Rp1,2 triliun. Angka ini terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,1 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp99,7 miliar.
Capaian tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara, Eriza Rudi Yulianto, pada Rabu, 27 Agustus 2025.
“Capaian ini sudah 45,40 persen dari target provinsi tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp2,75 triliun,” ungkapnya.
Eriza menjelaskan bahwa target tahun ini lebih tinggi dibanding tahun 2024 yang berada di angka Rp2,5 triliun. Hal ini karena pada tahun lalu, realisasi investasi Jepara mampu menembus Rp2,73 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan.
Sektor Alas Kaki Penyumbang Investasi Terbesar PMA
Eriza mengungkapkan bahwa PMA paling besar berasal dari sektor industri barang dari kulit dan alas kaki, dengan nilai mencapai Rp582 miliar.
“Sedangkan dari PMDN, sektor penyumbang terbesar adalah industri lainnya, dengan nilai Rp45 miliar,” imbuhnya.
Pemkab Jepara Aktif Gaet Investor
Untuk terus mendorong masuknya investasi, Pemkab Jepara melakukan berbagai upaya strategis, mulai dari promosi potensi daerah, temu bisnis dan investor gathering, penyediaan peta potensi investasi, kemudahan proses perizinan OSS, dan menjaga stabilitas iklim usaha yang kondusif.
“Kondusivitas daerah adalah faktor utama magnet investasi. Itulah kenapa keamanan dan kenyamanan berusaha harus dijaga,” tegas Eriza.
Optimistis Target Tercapai
Dengan sisa waktu empat bulan ke depan, pihak DPMPTSP optimistis target Rp2,75 triliun akan tercapai. “Kami berharap makin banyak investor, baik dari dalam maupun luar negeri, yang membuka usaha baru di Jepara. Ini sangat berdampak bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










