BLORA, Harianmuria.com – Kawasan Hijau Hutan Kota milik Perum Perhutani KPH Randublatung kini memprihatinkan. Kawasan hijau yang semula digadang-gadang sebagai destinasi edukasi dan wisata alam itu kini tampak terbengkalai dan dipenuhi semak liar.
Lokasinya yang strategis di tepi jalan Blora–Randublatung, tepatnya di Kelurahan Wulung, Kecamatan Randublatung, kini nyaris tidak menunjukkan tanda-tanda aktivitas wisata seperti beberapa tahun lalu.
Dibangun sejak tahun 2024 di atas lahan puluhan hektare di petak 109 RPH Jati Kusumo BKPH Kedung Jambu, kawasan ini dulu memiliki fasilitas lengkap seperti wahana bermain, lapangan voli, area bumi perkemahan, hingga koleksi tanaman hutan. Kini, semua itu nyaris lenyap tak bersisa.
Dulu Ramai, Kini Telantar
Salah satu warga setempat, Wawan, mengaku prihatin melihat kondisi Hutan Kota Randublatung saat ini. Ia masih mengingat masa kejayaannya ketika tempat tersebut ramai dikunjungi masyarakat.
“Dulu tempat ini ramai, sering dipakai untuk acara jalan sehat, motocross, dan berbagai event besar lainnya. Sayang sekarang dibiarkan begitu saja,” ujar Wawan, Kamis, 9 Oktober 2025.
Ia berharap Perhutani KPH Randublatung dapat membuat terobosan, termasuk menggandeng pihak ketiga untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai destinasi wisata unggulan di wilayah Blora Selatan.
Perhutani Terbuka untuk Kerja Sama
Menanggapi hal itu, Administratur KPH Randublatung, Herry Merkussiyanto Putro, mengakui bahwa Hutan Kota Randublatung memang belum mendapat perhatian khusus dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kerja sama dengan investor, komunitas, atau pihak mana pun yang memiliki visi untuk mengembangkan kembali kawasan tersebut.
“Silakan, kami terbuka. Jika ada yang ingin bekerja sama untuk pengembangan di sana,” ujar Herry.
Saat ini, pihaknya telah menjalin kemitraan dengan petani lokal dengan menanami sebagian kawasan menggunakan berbagai jenis pohon buah-buahan sebagai langkah awal pemanfaatan lahan.
“Pada prinsipnya, kami terbuka. Mangga jika ada yang ingin bekerja sama dengan kami,” tandas Herry.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










