PATI, Harianmuria.com – Setelah kenaikan harga telur di pasaran, kini harga komoditas cabe juga mulai merangkak naik. Naiknya kurva harga ini sudah terjadi akhir Agustus kemarin.
Berdasarkan rekap data yang dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, harga cabai baik jenis cabai keriting, cabai teropong, cabai merah dan cabai rawit hijau, di pasaran sudah menyentuh angka Rp 60 ribu perkilo untuk harga tertinggi. Sedangkan harga terendah pada komoditi ini, berada di angka Rp 50 ribu.
Sementara menurut catatan pihak Disdagperin, kenaikan tersebut telah terjadi dalam kurun waktu tiga hari ini. Yakni terhitung dari tanggal 29 Agustus hingga 1 September 2022. Rata-rata kenaikan harga mencapai Rp 2 sampai Rp 4 Ribu. Terutama pada komoditas cabai keriting yang mengalami kenaikan secara berturut-turut.
Mulai 28 Agustus, harga cabai keriting menyentuh angka Rp 48 ribu, kemudian bertambah Rp 4 ribu di tanggal 29 Agustus, dan naik lagi menjadi Rp 55 ribu. Hingga pada 1 September kemarin, harga cabai keriting menyentuh angka Rp 60 ribu per kilogram. Sedangkan ketiga jenis cabai lain, dari cabai teropong, cabai merah dan cabai rawit hijau relatif stabil dari tanggal 28 hingga 30 Agustus 2022. Namun pada tanggal 31 Agustus 2022 ke 1 September 2022 mengalami kenaikan sebanyak Rp 2 ribu untuk cabai teropong dan Rp 5 ribu untuk jenis cabai merah. Sehingga dengan ini cabai teropong menjadi Rp 62 ribu dan Rp 50 ribu untuk cabai merah.
Menanggapi hal itu, Kepala Disdagperin Pati, Hadi Santoso mengatakan kenaikan ini diakibatkan adanya inflasi yang terjadi di negara ini sehingga daerah-daerah lainnya terutama Pati merasakan dampaknya.
“Kita kemarin Selasa ada pertemuan dengan pemerintah pusat membahas soal inflasi. Jadi ini mempunyai kaitan erat antara harga dan inflasi ini, memang ini karena situasi yang ada,” terangnya pada Jumat (2/9).
Dari pertemuan itu pulalah dikatakan olehnya, pihak Pemerintah Daerah (Pemda) harus ikut serta mengawasi pergerakan harga. Agar nantinya, harga dapat dikendalikan dan tidak melonjak cukup jauh. Selain itu, pihaknya mengungkapkan saat ini ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan dan masih dalam tahap pengawasan olehnya. Mulai dari kenaikan harga tepung, pakan ternak, cabai hingga telur. (Lingkar Network | Aziz Afifi – Harianmuria.com)










