JEPARA, Harianmuria.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mencatat sebanyak 95 unit penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) beroperasi dengan baik dalam melayani kebutuhan air bersih masyarakat.
“Dinas PUPR sebetulnya hanya sebatas regulator, sedangkan pengelolaan diserahkan kepada masing-masing pemerintah desa. Program pamsimas dari pusat yang terakhir berlangsung pada tahun lalu,” kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Jepara Hanief Kurniawan di Jepara, Jateng, Sabtu (13/5).
Menurutnya, pamsimas terkelola dengan baik karena ada paguyubannya yang bernama Kelompok Pengelola Sarana Pengadaan Air Minum dan Sanitasi (Spams) Tirta Kartini Sejahtera Kabupaten Jepara, sehingga setiap ada permasalahan bisa dicarikan solusi bersama.
Ketua Kelompok Pengelola Sarana Pengadaan Air Minum dan Sanitasi Tirta Kartini Sejahtera Kabupaten Jepara, Abdul Wahid mengakui bahwa pengelolaan pamsimas di Jepara cukup baik dan bahkan ada yang sudah menambah sumur produksinya hingga menjadi 11 unit sumur.
“Pada awalnya, memang banyak pengelola pamsimas yang kesulitan mengoperasikan karena berbagai sebab,” ujarnya.
Bahkan, dari 95 pamsimas yang ada, dua di antaranya nonpamsimas, namun ikut bergabung dalam kelompok pengelola Spams Tirta Kartini.
“Kami juga rutin menggelar pertemuan, sehingga ketika ada permasalahan bisa segera dicarikan solusinya, baik permasalahan teknis maupun terkait dengan masyarakat. Sebelumnya, memang banyak yang tidak berminat berlangganan meskipun tarifnya hanya Rp 2.000-an per meter kubiknya,” jelasnya.
Abdul Wahid menambahkan, setiap pamsimas bisa melayani hingga 100-an sambungan rumah. Sehingga ketika jumlah sumurnya cukup banyak, tentunya jumlah masyarakat yang terlayani semakin banyak.
“Kami optimistis saat musim kemarau nanti tetap bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga Jepara,” pungkasnya. (Lingkar Network | Anta – Harianmuria.com)










